Puncak PHK Massal Terjadi Medio 2009
Jumat, 28/11/2008 10:52 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Puncak PHK massal diperkirakan akan terjadi di pertengahan 2009. Setidaknya 500 ribu hingga 1 juta orang akan kehilangan pekerjaannya hingga pertengahan tahun depan.
Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi ketika dihubungi detikFinance, Jumat (28/11/2008).
Menurut Sofyan, saat ini beberapa perusahaan sudah mulai merumahkan beberapa pekerjanya. Namun PHK masal akan mulai terasa signifikan mulai Januari atau Februari 2009.
"Pertengahan tahun depan akan mencapai puncaknya. Meski sekarang sudah ada yang dirumahkan, tapi akan paling terasa mulai Januari-Februari 2009. Dimulai dengan beberapa ratus ribu, lalu bertambah secara bertahap sampai sekitar setengah sampai satu juta orang," katanya.
Sektor industri yang paling terkena dampaknya adalah industri yang padat karya seperti industri tekstil, sepatu, UKM, dan industri makanan-minuman.
Pemicu utama PHK masal ini adalah berkurangnya order secara drastis bagi perusahaan. Hal ini membuat perusahaan terpaksa mengurangi aktivitas dan memangkas kapasitas produksinya.
"Kalau sudah begitu, kan kita nggak perlu buruh banyak-banyak," katanya.
Sofyan mengaku pengusaha sudah mencoba mengalihkan pasar luar negerinya dengan mencari konsumen di dalam negeri. Namun usaha ini seperti menemui jalan buntu karena permintaan dalam negeri pun masih rendah.
"Kecuali kalau pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas lainnya sehingga bisa membantu permintaan domestik jadi naik," katanya.
Meski begitu, PHK masal yang terjadi di tengah krisis ekonomi global kali ini diperkirakan tidak akan sebanyak yang terjadi pada 1997-1998. Pada saat itu, sekitar 1-2 juta orang terpaksa kehilangan pekerjaannya.
(lih/ddn)
Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi ketika dihubungi detikFinance, Jumat (28/11/2008).
Menurut Sofyan, saat ini beberapa perusahaan sudah mulai merumahkan beberapa pekerjanya. Namun PHK masal akan mulai terasa signifikan mulai Januari atau Februari 2009.
"Pertengahan tahun depan akan mencapai puncaknya. Meski sekarang sudah ada yang dirumahkan, tapi akan paling terasa mulai Januari-Februari 2009. Dimulai dengan beberapa ratus ribu, lalu bertambah secara bertahap sampai sekitar setengah sampai satu juta orang," katanya.
Sektor industri yang paling terkena dampaknya adalah industri yang padat karya seperti industri tekstil, sepatu, UKM, dan industri makanan-minuman.
Pemicu utama PHK masal ini adalah berkurangnya order secara drastis bagi perusahaan. Hal ini membuat perusahaan terpaksa mengurangi aktivitas dan memangkas kapasitas produksinya.
"Kalau sudah begitu, kan kita nggak perlu buruh banyak-banyak," katanya.
Sofyan mengaku pengusaha sudah mencoba mengalihkan pasar luar negerinya dengan mencari konsumen di dalam negeri. Namun usaha ini seperti menemui jalan buntu karena permintaan dalam negeri pun masih rendah.
"Kecuali kalau pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas lainnya sehingga bisa membantu permintaan domestik jadi naik," katanya.
Meski begitu, PHK masal yang terjadi di tengah krisis ekonomi global kali ini diperkirakan tidak akan sebanyak yang terjadi pada 1997-1998. Pada saat itu, sekitar 1-2 juta orang terpaksa kehilangan pekerjaannya.
(lih/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
