Buruh Minta Kenaikan UMP di Bawah 10% Direvisi
Jumat, 28/11/2008 11:14 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Para buruh menyambut baik revisi SKB 4 Menteri yang menyesuaikan kenaikan upah buruh sesuai dengan inflasi. Ke depannya, buruh akan mendesak pemerintah daerah untuk merivisi kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang sudah ditetapkan di bawah 10% menjadi sesuai inflasi.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Seluruh
Indonesia Atika Karwa saat dihubungi detikFinance, Jumat (28/11/2008).
"Bisa terjadi kami akan minta kaji ulang UMP yang di bawah 10%, karena kemarin kami dirugikan dengan hanya penyesuaian pertumbuhan ekonomi, sekarang kebalikan," ujarnya.
Namun ia menggarisbawahi perubahan revisi ini apakah akan benar-benar dilaksanakan oleh para pengusaha, mengingat kemampuan para pengusaha diakuinya mulai melemah sebagai dampak krisis.
Bahkan ia menambahkan, tren inflasi Indonesia pada jangka panjang belum bisa ditebak yang kemungkinan bisa mengarah pada inflasi yang tinggi. Meski pun begitu, banyak kalangan memprediksi inflasi 2009 hanya akan berkisar di angka 6% sampai 7% saja.
"Bagi kami 10% kenaikan itu sudah cukup aman kenaikannya, kalau yang sudah 10% tadak perlu dikaji tapi kalau dibawah 10% bisa mungkin dikaji lagi," serunya.
Menurutnya selama ini kenaikan UMP diputuskan oleh pemerintah daerah termasuk Gubernur dengan mempertimbangkan dewan pengupahan di setiap daerah.
"Untuk kenaikan UMP 2009, patokannya pada kenaikan inflasi tahun ini," ucapnya.
(hen/lih)
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Seluruh
Indonesia Atika Karwa saat dihubungi detikFinance, Jumat (28/11/2008).
"Bisa terjadi kami akan minta kaji ulang UMP yang di bawah 10%, karena kemarin kami dirugikan dengan hanya penyesuaian pertumbuhan ekonomi, sekarang kebalikan," ujarnya.
Namun ia menggarisbawahi perubahan revisi ini apakah akan benar-benar dilaksanakan oleh para pengusaha, mengingat kemampuan para pengusaha diakuinya mulai melemah sebagai dampak krisis.
Bahkan ia menambahkan, tren inflasi Indonesia pada jangka panjang belum bisa ditebak yang kemungkinan bisa mengarah pada inflasi yang tinggi. Meski pun begitu, banyak kalangan memprediksi inflasi 2009 hanya akan berkisar di angka 6% sampai 7% saja.
"Bagi kami 10% kenaikan itu sudah cukup aman kenaikannya, kalau yang sudah 10% tadak perlu dikaji tapi kalau dibawah 10% bisa mungkin dikaji lagi," serunya.
Menurutnya selama ini kenaikan UMP diputuskan oleh pemerintah daerah termasuk Gubernur dengan mempertimbangkan dewan pengupahan di setiap daerah.
"Untuk kenaikan UMP 2009, patokannya pada kenaikan inflasi tahun ini," ucapnya.
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
