detikfinance

500.000 Ton Gas Tangguh Dialihkan untuk Pupuk Domestik

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Senin, 01/12/2008 14:48 WIB
Foto: BP Indonesia
Jakarta - Alokasi gas dari lapangan Tangguh, Papua yang semula untuk pembeli Jepang yaitu Tohoku akan dialihkan ke industri pupuk di dalam negeri. Jumlah gas yang dialihkan sekitar 500 ribu matrik ton per tahun.

Demikian disampaikan Kepala BP Migas R Priyono usai rapat kerja (Raker) antara BP Migas, BPH Migas dan Komisi VII DPR di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/12).

Menurut Priyono, tim negosiasi Indonesia memang tidak berhasil mencapai titik temu harga yang pas dengan pembeli Jepang yang satu ini. Tohoku terus merasa harga yang ditawarkan Indonesia terlalu tinggi, sehingga mereka minta harga yang lebih murah.
 
"Ya mungkin dari sisi mereka (Tohoku) harganya ketinggian jadi dia minta murah terus. Jadi gas yang Tokyo mungkin akan dialihkan ke pabrik pupuk. Sebab pemerintah memang perlu dibantu, dan yang diminta untuk diprioritaskan harus pupuk," ujarnya.

Sementara untuk harga gas yang dialokasikan ke dalam negeri, Priyono menambahkan, harganya akan lebih murah dibanding harga ekspor.

"Yang jelas lebih murah dari Exxon tapi lebih baik dari harga yang lalu karena mereka berani beli harga market. Yakni sekitar US$ 4-5 per mmbtu,"  jelasnya.
 
Sedangkan untuk gas yang akan dibeli Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebanyak 350 ribu matrik ton hingga saat ini masih dalam  proses negosiasi.
   
Seperti diketahui, produksi LNG tangguh sebanyak 7,45 juta matrik ton per tahun dialokasikan untuk Fujian 2,6 juta matrik ton per tahun dalam jangka waktu 25 tahun. Lalu untuk Posco 550 ribumatrik ton per tahun selama  20 tahun, Sempra sebanyak 3,7 juta matrik ton per tahun selama 20 tahun serta Kogas 1 juta matrik ton per tahun.



(lih/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.