Rupiah Sandar ke 11.950/US$
Senin, 01/12/2008 17:25 WIB
(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Tekanan terhadap rupiah di sesi sore akhirnya berkurang yang membuat mata uang lokal ini semangat menuju teritori penguatan. Pencapaian inflasi November yang rendah membantu rupiah keluar sejenak dari tekanan.
Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Senin (1/12/2008) rupiah menguat 200 poin ke posisi 11.950 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah ke 12.440 per dolar AS.
BPS mencatat inflasi November sebesar 0,12 persen yang lebih rendah dari Oktober sebesar 0,45%. Untuk bulan November, kota yang mengalami deflasi lebih banyak ketimbang yang mengalami inflasi. Bahan makanan untuk pertama kalinya. Inflasi tahun kalendar dari Januari hingga November sebesar 11,1% dan year on year 11,68%.
Turunnya inflasi membuka peluang untuk BI menurunkan BI Rate dari posisi saat ini 9,5% dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada 4 Desember 2008. Penurunan BI Rate diharapkan bisa melongarkan likuiditas perbankan ke sektor rill yang saat ini sangat ketat.
Sementara mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong melemah 0,02%, yen Jepang menguat 1,83%, won Korea menguat 1,95%, peso Filipina menguat 0,39%, dolar Singapura melemah 0,91% dan bath Thailand melemah 0,54%.
(ir/qom)
Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Senin (1/12/2008) rupiah menguat 200 poin ke posisi 11.950 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah ke 12.440 per dolar AS.
BPS mencatat inflasi November sebesar 0,12 persen yang lebih rendah dari Oktober sebesar 0,45%. Untuk bulan November, kota yang mengalami deflasi lebih banyak ketimbang yang mengalami inflasi. Bahan makanan untuk pertama kalinya. Inflasi tahun kalendar dari Januari hingga November sebesar 11,1% dan year on year 11,68%.
Turunnya inflasi membuka peluang untuk BI menurunkan BI Rate dari posisi saat ini 9,5% dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada 4 Desember 2008. Penurunan BI Rate diharapkan bisa melongarkan likuiditas perbankan ke sektor rill yang saat ini sangat ketat.
Sementara mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong melemah 0,02%, yen Jepang menguat 1,83%, won Korea menguat 1,95%, peso Filipina menguat 0,39%, dolar Singapura melemah 0,91% dan bath Thailand melemah 0,54%.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
