Penurunan Ekspor ke AS dan China Paling Anjlok
Senin, 01/12/2008 17:41 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Penurunan ekspor Indonesia mulai terasa seperti yang dikuatirkan. Ekspor non migas ke China pada Oktober turun 37% dan ke AS turun 33%. Ini memicu kinerja ekspor Oktober 2008 turun 11,61% dibanding September 2008.
Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Rusman Heriawan mengatakan, volume ekspor Indonesia ke negara-negara besar mulai memperlihatkan penurunan di Oktober 2008.
"Saat ini sudah mulai terjadi penurunan ekspor yang tajam ke Cina dan kedua ke Amerika Serikat," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (1/12/2008).
Dalam catatan BPS, Pada Oktober 2008 ekspor nonmigas ke Cina menurun US$ 184,4 juta dibandingkan September 2008 menjadi US$ 490,2 juta. Kemudian ekspor ke AS menurun US$ 304,7 juta dibandingkan September 2008 menjadi US$ 922,7 juta.
Selain itu ekspor ke Australia turun US$ 50,1 juta dibandingkan September 2008. Kemudian ekspor ke Korea Selatan juga turun US$ 163,7 juta dibandingkan September 2008. Ekspor ke ASEAN pun ikut turun US$ 101 juta dibandingkan September 2008.
Meski begitu, ekspor ke Jepangn masih memperlihatkan harapan karena meningkat US$ 145,8 juta di Oktober 2008, ke Uni Eropa juga naik US$ 55,8 juta. "Namun kita tidak tahu bagaimana ke depannya, apakah masih naik," ujarnya.
Melihat hal ini, Rusman menegaskan sudah harus ada diversifikasi tujuan ekspor karena meskipun pemerintah sudah gembar-gembor akan dilakukan diversifikasi namun sampai saat ini belum juga dilakukan.
"Pemerintah belum berbuat apa-apa untuk diversifikasi. Memang sulit diversifikasi seperti ke Timur Tengah meskipun kita sepaham atau seagama, masih banyak barrier-nya (hambatan)," jelasnya.
"Jadi diversifikasi harus dilakukan, kalau tidak kita akan merasakan dampak pelemahan ekonomi di AS dan Jepang," pungkasnya.
Selain menurunnya permintaan, Rusman memaparkan hampir semua harga komoditas di dunia menurun yang menjadi penyebab melemahnya ekspor. "Untuk CPO harga turun 5,6% di Oktober 2008, tapi dengan PE 0% mudah-mudahan ada dorongan, sayang kalau harga turun dan dolar naik tapi ekspor malah turun," katanya.
Dipaparkan Rusman, harga karet turun 22,4%, besi baja turun 42%, kopi dan teh turun 26%, pulp atau bubur kertas turun 61%.
Kemudian untuk volume ekspor, karet volume ekspornya di Oktober 2008 turun 15%, besi baja turun 39%, kopi dan teh turun 31%, pulp atau bubur kertas turun 59%, tembaga turun 9%.
(dnl/lih)
Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Rusman Heriawan mengatakan, volume ekspor Indonesia ke negara-negara besar mulai memperlihatkan penurunan di Oktober 2008.
"Saat ini sudah mulai terjadi penurunan ekspor yang tajam ke Cina dan kedua ke Amerika Serikat," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (1/12/2008).
Dalam catatan BPS, Pada Oktober 2008 ekspor nonmigas ke Cina menurun US$ 184,4 juta dibandingkan September 2008 menjadi US$ 490,2 juta. Kemudian ekspor ke AS menurun US$ 304,7 juta dibandingkan September 2008 menjadi US$ 922,7 juta.
Selain itu ekspor ke Australia turun US$ 50,1 juta dibandingkan September 2008. Kemudian ekspor ke Korea Selatan juga turun US$ 163,7 juta dibandingkan September 2008. Ekspor ke ASEAN pun ikut turun US$ 101 juta dibandingkan September 2008.
Meski begitu, ekspor ke Jepangn masih memperlihatkan harapan karena meningkat US$ 145,8 juta di Oktober 2008, ke Uni Eropa juga naik US$ 55,8 juta. "Namun kita tidak tahu bagaimana ke depannya, apakah masih naik," ujarnya.
Melihat hal ini, Rusman menegaskan sudah harus ada diversifikasi tujuan ekspor karena meskipun pemerintah sudah gembar-gembor akan dilakukan diversifikasi namun sampai saat ini belum juga dilakukan.
"Pemerintah belum berbuat apa-apa untuk diversifikasi. Memang sulit diversifikasi seperti ke Timur Tengah meskipun kita sepaham atau seagama, masih banyak barrier-nya (hambatan)," jelasnya.
"Jadi diversifikasi harus dilakukan, kalau tidak kita akan merasakan dampak pelemahan ekonomi di AS dan Jepang," pungkasnya.
Selain menurunnya permintaan, Rusman memaparkan hampir semua harga komoditas di dunia menurun yang menjadi penyebab melemahnya ekspor. "Untuk CPO harga turun 5,6% di Oktober 2008, tapi dengan PE 0% mudah-mudahan ada dorongan, sayang kalau harga turun dan dolar naik tapi ekspor malah turun," katanya.
Dipaparkan Rusman, harga karet turun 22,4%, besi baja turun 42%, kopi dan teh turun 26%, pulp atau bubur kertas turun 61%.
Kemudian untuk volume ekspor, karet volume ekspornya di Oktober 2008 turun 15%, besi baja turun 39%, kopi dan teh turun 31%, pulp atau bubur kertas turun 59%, tembaga turun 9%.
(dnl/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
