detikfinance

Mobile-8 Tak Punya Dana Bayar Obligasi, Siapkan Restrukturisasi

Indro Bagus SU - detikfinance
Rabu, 03/12/2008 19:30 WIB
Jakarta - PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) tak memiliki dana untuk membayar obligasinya yang jatuh tempo pada 16 Desember sebesar US$ 100 juta. Mobile-8 pun kini tengah mengupayakan restrukturisasi dengan memperpanjang masa jatuh tempo obligasi tersebut.

"Kita sekarang sedang dalam diskusi intensif dengan para pemegang obligasi. Kita minta restukturisasi, bentuknya kemungkinan perpanjangan jatuh tempo, tapi hasil pastinya masih menunggu negosiasi nanti," jelas Head of Corporate Communications FREN, Yolanda Nainggolan saat dikonfirmasi detikFinance, Rabu (3/12/2008).

Obligasi US$ 100 juta itu sendiri seharusnya jatuh tempo pada tahun 2013. Namun menurut Yolanda karena Mobile-8 tidak dapat melakukan penawaran tender setelah terjadinya pergantian pemegang saham pengendali, maka DB Trustee sebagai pihak kreditor obligasi tersebut menyatakan obligasi itu gagal bayar .

DB Trustee selanjutnya meminta Mobile-8 membayar seluruh obligasi 14 hari kerja setelah 26 November. Dengan demikian, utang obligasi itu akan jatuh tempo pada 16 Desember mendatang. Ia menegaskan, kepastian negosiasi ini yang jelas harus diperoleh sebelum 16 Desember.

Kenapa harus direstrukturisasi? "Karena untuk saat ini kita memang tidak punya dana untuk membayar obligasi itu saat ini," jelasnya.

Pada Oktober lalu, Perusahaan multimedia PT Global Mediacom Tbk (BMTR) milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo, kembali menjual 22,79% kepemilikan sahamnya di PT Mobile-8.

Dan pada hari ini, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's Ratings Services memangkas peringkat perusahaan telekomunikasi, PT Mobile-8 Telecom Tbk menjadi default (gagal bayar) dengan peringkat 'D'.

Peringkat Mobile-8 dinyatakan default karena perusahaan dinilai tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk pembayaran utang obligasinya senilai US$ 100 juta yang jatuh tempo pada 2013, dan harus segera dibeli kembali (buy back) menyusul terjadinya perubahan pemegang saham.

(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.