detikfinance

PGN Bantah Terkait Produk Spekulatif

Nurul Qomariyah - detikfinance
Kamis, 04/12/2008 19:06 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membantah memiliki produk-produk perbankan yang sifatnya spekulatif atau structured product. PGN senantiasa menaati aturan BI tentang produk-produk valas.

"PGN tidak menjadi nasabah dari produk derivatif spekulatif," tegas Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusuf dalam siaran persnya, Kamis (4/12/2008).

Masalah sejumlah BUMN tersangkut produk spekulatif perbankan itu sebelumnya diungkapkan oleh anggota Komisi XI DPR RI Dradjad H Wibowo dalam kesempatan rapat kerja, Selasa (2/12/2008) lalu.

Menurut Dradjad, Empat bank disinyalir menawarkan produk dual currency yang sifatnya spekulatif. Produk-produk ini diperkirakan memiliki potensi transaksi mencapai US$ 3 miliar yang berpengaruh terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.Padahal produk-produk tersebut sudah dilarang beredar oleh Bank Indonesia.

Dia juga mengatakan ada sekitar 3.000 nasabah pada keempat bank itu yang terjerat produk tersebut. "Ada juga BUMN yang diindikasikan ikut serta dalam produk itu, seperti Elnusa, PGN, Antam dan Krakatau Steel," ungkap Dradjad yang mengaku belum mendapatkan klarifikasi soal informasi tersebut.

Namun Heri menegaskan, PGN sama sekali tidak memiliki produk seperti yang ditudingkan Dradjad. Menurutnya, perseroan memang memiliki kewajiban dan utang jangka panjang dalam bentuk valas. Namun PGN juga memperoleh pendapatan dalam bentuk valas.

"Perseroan telah menyampaikan informasi secara rinci dan lengkap mengenai pendapatan, kewajiban dan utang jangka penjang dimaksud dalam laporan keuangan PGN," tegas Heri.

(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.