SBY Rapatkan Barisan Bahas Penurunan Premium dan Solar
Jumat, 05/12/2008 19:10 WIB
Foto: Setpres
Jakarta - Presiden SBY terus merapatkan barisan dengan sejumlah menteri untuk membahas penurunan kembali harga premium dan penurunan solar. Dengan penurunan harga dua jenis BBM ini, diharapkan bisa membantu meringankan beban pelaku di sektor riil.
Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers usai evaluasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Gedung BRI, Jakarta, Jumat (5/12/2008).
"Kita sedang excercise melakukan dengan cermat, oleh Menkeu, ESDM, dan menteri-menteri terkait untuk melihat peluang, menurunkan kembali premium dan juga solar," katanya.
Tujuan penurunan harga premium dan solar ini adalah untuk meringankan beban sektor riil dan industri yang tengah terhimpit krisis ekonomi. Tak hanya itu, penurunan BBM juga diharapkan bisa membantu masyarakat yang memakai BBM secara langsung seperti pengguna kendaraan pribadi maupun umum.
"Dengan tujuan sektor riil kita, industri kita jadi lebih ringan bebannya. Termasuk saudara-saudara kita yang mengonsumsi langsung BBM, bisa diringankan," katanya.
Namun mengenai kapan dan berapa besar penurunan harga BBM akan dilakukan, Presiden menyatakan hal itu masih dihitung agar tidak salah keputusan.
"Kapan berlakunya? Berapa turunnya? Ini sedang dihitung secera cermat. Dengan deimikian ini bisa jadi solusi yang tepat," katanya.
(lih/qom)
Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers usai evaluasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Gedung BRI, Jakarta, Jumat (5/12/2008).
"Kita sedang excercise melakukan dengan cermat, oleh Menkeu, ESDM, dan menteri-menteri terkait untuk melihat peluang, menurunkan kembali premium dan juga solar," katanya.
Tujuan penurunan harga premium dan solar ini adalah untuk meringankan beban sektor riil dan industri yang tengah terhimpit krisis ekonomi. Tak hanya itu, penurunan BBM juga diharapkan bisa membantu masyarakat yang memakai BBM secara langsung seperti pengguna kendaraan pribadi maupun umum.
"Dengan tujuan sektor riil kita, industri kita jadi lebih ringan bebannya. Termasuk saudara-saudara kita yang mengonsumsi langsung BBM, bisa diringankan," katanya.
Namun mengenai kapan dan berapa besar penurunan harga BBM akan dilakukan, Presiden menyatakan hal itu masih dihitung agar tidak salah keputusan.
"Kapan berlakunya? Berapa turunnya? Ini sedang dihitung secera cermat. Dengan deimikian ini bisa jadi solusi yang tepat," katanya.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
