Distribusi BBM Subsidi Impas Jika Harga Minyak US$ 85/barel
Rabu, 10/12/2008 20:20 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Harga minyak yang terus turun jauh di bawah US$ 85 per barel membuat Pertamina merugi dalam bisnis distribusi BBM bersubsidi. Harga US$ 85 per barel merupakan batas minimal keuntungan distribusi BBM subsidi dengan alpha 8%.
Demikian disampaikan Sekretaris Menneg BUMN Said Didu ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (10/12/2008).
Menurut Said Didu, dengan alpha saat ini yang sebesar 13,5%, Pertamina sebenarnya sudah merugi dengan harga minyak yang kini berada di kisaran US$ 45 per barel. Apalagi alpha ini akan diturunkan pada tahun depan menjadi 8%.
"Pertamina bakal rugi, kalau alpha 8% maka BEP-nya di harga US$ 85 per barel. Saat ini harga US$ 43 per barel, sudah pasti rugi walaupun alpha tidak diturunkan," katanya.
Alpha merupakan margin bagi distributor BBM subsidi yang untuk menutupi ongkos kirim, penyimpanan dan keuntungan perusahaan. Alpha dipatok dengan besaran tertentu berdasarkan harga minyak di pasaran yang mengacu pada MOPS (Mid Oil Platts Singapore).
Dengan begitu, ketika harga minyak sedang tinggi maka alpha yang diterima pun ikut naik. Namun ketika harga minyak turun, maka alpha yang diterima pun ikut berkurang.
"Alpha itu kan persen terhadap harga minyak. Di dalamnya ada komponen biaya distribusi, margin spbu 2,5% itu tidak turun. Biaya kehilangan atau menguap dan ada juga biaya stok," katanya.
(lih/lih)
Demikian disampaikan Sekretaris Menneg BUMN Said Didu ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (10/12/2008).
Menurut Said Didu, dengan alpha saat ini yang sebesar 13,5%, Pertamina sebenarnya sudah merugi dengan harga minyak yang kini berada di kisaran US$ 45 per barel. Apalagi alpha ini akan diturunkan pada tahun depan menjadi 8%.
"Pertamina bakal rugi, kalau alpha 8% maka BEP-nya di harga US$ 85 per barel. Saat ini harga US$ 43 per barel, sudah pasti rugi walaupun alpha tidak diturunkan," katanya.
Alpha merupakan margin bagi distributor BBM subsidi yang untuk menutupi ongkos kirim, penyimpanan dan keuntungan perusahaan. Alpha dipatok dengan besaran tertentu berdasarkan harga minyak di pasaran yang mengacu pada MOPS (Mid Oil Platts Singapore).
Dengan begitu, ketika harga minyak sedang tinggi maka alpha yang diterima pun ikut naik. Namun ketika harga minyak turun, maka alpha yang diterima pun ikut berkurang.
"Alpha itu kan persen terhadap harga minyak. Di dalamnya ada komponen biaya distribusi, margin spbu 2,5% itu tidak turun. Biaya kehilangan atau menguap dan ada juga biaya stok," katanya.
(lih/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
