Fitch Puji Kualitas Aset BRI
Kamis, 11/12/2008 09:37 WIB
(Foto: dok detikcom)
Singapura - Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings memuji kualitas aset dan kuatnya profitabilitas PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang dinilai di atas rata-rata perbankan Indonesia. Sebagai ganjarannya, Fitch mempertahankan semua peringkat BRI.
Fitch Ratings menegaskan peringkat BRI sebagai berikut: peringkat jangka panjang mata uang asing (Issuer Default Rating) di 'BB' dengan prospek stabil, peringkat jangka pendek mata uang asing IDR di 'B', peringkat nasional jangka panjang di 'AAA (idn) ' dengan prospek stabil, peringkat individual di 'C/D', peringkat dukungan di '3' dan batas bawah peringkat dukungan di 'BB-' (BB minus).
"Peringkat BRI tersebut mencerminkan kuatnya profitabilitas, pencadangan yang baik dan kualitas aset diatas rata-rata, serta posisi BRI yang kuat sebagai pemimpin di bidang pinjaman mikro di Indonesia. Peringkat tersebut juga mempertimbangkan kepemilikan mayoritas negara Indonesia (56,8%) dan besaran aset BRI (10,3% dari aset total perbankan Indonesia per akhir September 2008)," bunyi siaran pers Fitch Ratings, Kamis (11/12/2008) .
Profitabilitas BRI dengan tingkat pengembalian rata-rata (ROA) sebelum pajak tetap kuat walaupun menurun ke 4,0% pada sembilan bulan pertama tahun 2008 disebabkan karena bank menaikkan pencadangan pinjaman bermasalah untuk merespons keadaan ekonomi yang lebih sulit. Margin bunga bersih, berdasarkan perhitungan Fitch, tetap stabil pada 9,6% pada triwulan III-2008 dan termasuk yang tertinggi di industri (2007 rata-rata: 6,1%) karena margin pinjaman yang kuat pada kredit mikro dan dana murah pihak ketiga yang besar.
Pinjaman naik sebesar 33% di triwulan III-2008 (industri: 23%) dengan pertumbuhan di semua segmen utama dengan kredit mikro, konsumer dan UKM tetap menjadi fokus utama, dan menyumbangkan minimal 82% dari total pinjaman. Pinjaman dalam mata uang asing hanya menyumbang 7,7% dari total pinjaman per akhir September 2008 (2007: 26,3%).
Kualitas pinjaman masih dalam keadaan baik dengan pinjaman bermasalah turun ke 2,9% dari total pinjanam pada akhir September 2008. Walaupun keadaan operasional yang lebih sulit diperkirakan akan menurunkan pertumbuhan pinjaman dan kualitas aset. Namun impaknya dapat dimitigasi dengan basis konsumen yang beragam dan pencadangan pinjaman bermasalah yang baik dimana rasio pencadangan naik menjadi 198% dari total
pinjaman bermasalah pada akhir September 2008.
Rasio permodalan masih dalam keadaan cukup baik walaupun Tier-1 dan Total CAR turun menjadi 12,06% dan 13,45% per akhir September 2008.
(ir/lih)
Fitch Ratings menegaskan peringkat BRI sebagai berikut: peringkat jangka panjang mata uang asing (Issuer Default Rating) di 'BB' dengan prospek stabil, peringkat jangka pendek mata uang asing IDR di 'B', peringkat nasional jangka panjang di 'AAA (idn) ' dengan prospek stabil, peringkat individual di 'C/D', peringkat dukungan di '3' dan batas bawah peringkat dukungan di 'BB-' (BB minus).
"Peringkat BRI tersebut mencerminkan kuatnya profitabilitas, pencadangan yang baik dan kualitas aset diatas rata-rata, serta posisi BRI yang kuat sebagai pemimpin di bidang pinjaman mikro di Indonesia. Peringkat tersebut juga mempertimbangkan kepemilikan mayoritas negara Indonesia (56,8%) dan besaran aset BRI (10,3% dari aset total perbankan Indonesia per akhir September 2008)," bunyi siaran pers Fitch Ratings, Kamis (11/12/2008) .
Profitabilitas BRI dengan tingkat pengembalian rata-rata (ROA) sebelum pajak tetap kuat walaupun menurun ke 4,0% pada sembilan bulan pertama tahun 2008 disebabkan karena bank menaikkan pencadangan pinjaman bermasalah untuk merespons keadaan ekonomi yang lebih sulit. Margin bunga bersih, berdasarkan perhitungan Fitch, tetap stabil pada 9,6% pada triwulan III-2008 dan termasuk yang tertinggi di industri (2007 rata-rata: 6,1%) karena margin pinjaman yang kuat pada kredit mikro dan dana murah pihak ketiga yang besar.
Pinjaman naik sebesar 33% di triwulan III-2008 (industri: 23%) dengan pertumbuhan di semua segmen utama dengan kredit mikro, konsumer dan UKM tetap menjadi fokus utama, dan menyumbangkan minimal 82% dari total pinjaman. Pinjaman dalam mata uang asing hanya menyumbang 7,7% dari total pinjaman per akhir September 2008 (2007: 26,3%).
Kualitas pinjaman masih dalam keadaan baik dengan pinjaman bermasalah turun ke 2,9% dari total pinjanam pada akhir September 2008. Walaupun keadaan operasional yang lebih sulit diperkirakan akan menurunkan pertumbuhan pinjaman dan kualitas aset. Namun impaknya dapat dimitigasi dengan basis konsumen yang beragam dan pencadangan pinjaman bermasalah yang baik dimana rasio pencadangan naik menjadi 198% dari total
pinjaman bermasalah pada akhir September 2008.
Rasio permodalan masih dalam keadaan cukup baik walaupun Tier-1 dan Total CAR turun menjadi 12,06% dan 13,45% per akhir September 2008.
(ir/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
