detikfinance

Stok Elpiji Hanya Cukup untuk 17 Hari

Suhendra - detikfinance
Senin, 15/12/2008 19:29 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Stok elpiji Pertamina saat ini tersisa 132.000 ton. Dengan asumsi konsumsi sebesar 7.500 ton per hari, stok yang ada hanya cukup untuk 17 hari.

Demikian disampaikan Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya usai rapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (15/12/2008).

"Stok LPG 132.000 ton. Kalau sehari 7.500 ton, maka bisa untuk 17 hari, lah. Tapi mungkin nggak cukup sampai akhir tahun," katanya.

Untuk itu, saat ini Pertamina tengah mencari tambahan impor elpiji sebanyak-banyaknya untuk menambah stokl yang ada. Menurut Hanung, impor tambahan ini sangat mendesak agar ketersediaan stok elpiji bisa terjamin.

"Kita cari berapapun di pasar kalau cocok untuk meningkatkan stok. Buat delivery
Desember, sebanyak-banyaknya. Karena butuh tambahan," katanya.

Impor tambahan ini diperlukan Pertamina untuk menyambung ketersediaan stok elpiji sebelum pengiriman perdana impor jangka panjang dari Petredec datang Januari 2009. Petredec yang merupakan perusahan dagang asal Eropa baru saja ditetapkan Pertamina sebagai pemenang pemasok impor elpiji selama 10 tahun.

(lih/rdf)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.