RI Siap Terapkan ASEAN Cosmetic Directive di 2010
Selasa, 16/12/2008 11:21 WIB
(Foto: Suhendra-detikFinance)
Jakarta - Indonesia siap melaksankan kesepakatan ASEAN Cosmetic Directive yang merupakan kesepakatan 10 negara-negara ASEAN dalam hal proses manufaktur yang berstandar baik untuk produk jamu dan kosmetika.
Dalam ASEAN Cosmetic Directive, adanya keharusan dalam penerapan good manufacturing practices untuk jamu atau cara produksi obat tradisional yang (CPOTB) dan cara produksi kosmetika yang baik (CPKB) bagi kosmetika ditingkat ASEAN.
"Telah disepakati oleh 10 negara ASEAN dapat dilaksanakan oleh Indonesia paling tidak awal 2010, sehingga produk nasional bisa bersaing di pasar domestik dan internasional," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai membuka pameran jamu dan kosmetika di gedung Depperin, Selasa (16/12/2008).
Menurut Fahmi, kedepannya produk-produk jamu dan kosmetika memiliki tantangan dalam persaiangan yang ketat termasuk di pasa ASEAN maupun pasar internasional. Sehingga proses memmproduksi dengan standar mutu yang baik sangat penting.
Namun, kata Fahmi sekarang industri jamu dan kosmetika Indonesia didominasi industri skal kecil sehingga memerlukan pembinaan khusus, mengingat sektor ini sangat tergantung dengan penggunaan teknologi moderen, penyedian bahan baku dan pemasaran yang baik.
Hingga kini tercatat sekitar 1.100 industri jamu terdiri dari 130 industri katagori besar dan sisanya skala kecil. Untuk industri kosmetika ada 630 produsen dimana 85% adalah usaha kecil menengah.
Ekspor produk kosmetika sebesar US$ 79,5 juta pada tahun 2006, sedangkan ekspor pada tahun 2007 mencapai US$ 106,2 juta yang didominasi oleh produk kecantikan. Namun selain itu angka impor untuk produk kosmetik masih cukup tinggi misalnya pada tahun 2006 mencapai US$ 58,7 juta dan pada 2007 hingga US$ 76,9 juta.
Pameran Kosmetik Diserbu Kaum Hawa
Pameran yang berlangsung di dari tanggal 16 sampai 19 Desember 2008 di plasa pameran gedung Departemen Perindustrian menyajikan berbagai macam produk jamu dan kosmetik dari produk rumahan hingga industri besar.
Selain itu, pameran ini banyak menyediakan rempah-rempah alami untuk produk jamu dan kosmetika. Dari pembukaan hari pertama, terlihat banyak kaum hawa memadati ajang pameran yang umumnya dihadiri oleh pegawai Depperin dan karyawati dilingkungan perkantoran Gatot Soebroto.
"Saya mau coba lihat-lihat saja, siapa tahu ada produk jamu atau kosmetik yang bisa dicoba," kata Nina salah seorang pengunjung.
(hen/ir)
Dalam ASEAN Cosmetic Directive, adanya keharusan dalam penerapan good manufacturing practices untuk jamu atau cara produksi obat tradisional yang (CPOTB) dan cara produksi kosmetika yang baik (CPKB) bagi kosmetika ditingkat ASEAN.
"Telah disepakati oleh 10 negara ASEAN dapat dilaksanakan oleh Indonesia paling tidak awal 2010, sehingga produk nasional bisa bersaing di pasar domestik dan internasional," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai membuka pameran jamu dan kosmetika di gedung Depperin, Selasa (16/12/2008).
Menurut Fahmi, kedepannya produk-produk jamu dan kosmetika memiliki tantangan dalam persaiangan yang ketat termasuk di pasa ASEAN maupun pasar internasional. Sehingga proses memmproduksi dengan standar mutu yang baik sangat penting.
Namun, kata Fahmi sekarang industri jamu dan kosmetika Indonesia didominasi industri skal kecil sehingga memerlukan pembinaan khusus, mengingat sektor ini sangat tergantung dengan penggunaan teknologi moderen, penyedian bahan baku dan pemasaran yang baik.
Hingga kini tercatat sekitar 1.100 industri jamu terdiri dari 130 industri katagori besar dan sisanya skala kecil. Untuk industri kosmetika ada 630 produsen dimana 85% adalah usaha kecil menengah.
Ekspor produk kosmetika sebesar US$ 79,5 juta pada tahun 2006, sedangkan ekspor pada tahun 2007 mencapai US$ 106,2 juta yang didominasi oleh produk kecantikan. Namun selain itu angka impor untuk produk kosmetik masih cukup tinggi misalnya pada tahun 2006 mencapai US$ 58,7 juta dan pada 2007 hingga US$ 76,9 juta.
Pameran Kosmetik Diserbu Kaum Hawa
Pameran yang berlangsung di dari tanggal 16 sampai 19 Desember 2008 di plasa pameran gedung Departemen Perindustrian menyajikan berbagai macam produk jamu dan kosmetik dari produk rumahan hingga industri besar.
Selain itu, pameran ini banyak menyediakan rempah-rempah alami untuk produk jamu dan kosmetika. Dari pembukaan hari pertama, terlihat banyak kaum hawa memadati ajang pameran yang umumnya dihadiri oleh pegawai Depperin dan karyawati dilingkungan perkantoran Gatot Soebroto.
"Saya mau coba lihat-lihat saja, siapa tahu ada produk jamu atau kosmetik yang bisa dicoba," kata Nina salah seorang pengunjung.
(hen/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
