detikfinance

JK: Antrean Elpiji Berkurang

Gunawan Mashar - detikfinance
Selasa, 16/12/2008 14:14 WIB
Foto: Dikhy Sasra/detikcom
Jakarta - Pemerintah dan Pertamina menjamin pasokan elpiji akan aman hari ini, Selasa (16/12/2008). Namun ternyata saat ini sejumlah antrean elpiji masih ada, meski tidak separah minggu lalu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskannya dalam keterangan pers di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (16/12/2008).

Kalla menuturkan, dari hasil pantauan tadi malam, antrean elpiji masih tersisa di sejumlah daerah.

"Saya kira lebih baik dari minggu lalu. Antrean tinggal setengah tadi malam," katanya.

Meski ada antrean, namun antrian tersebut lebih baik ketimbang beberapa waktu lalu. Jika pekan lalu antrean elpiji bisa mencapai tiga hari, maka kali ini antreannya tinggal satu hari.

"Kalau pekan lalu antri 3 hari, sekarang antrenya 1 hari. Jadi sudah lebih baik dari minggu lalu," katanya.

Kalla juga mengakui bahwa saat ini distribusi elpiji masih menghadapi sejumlah kendala. Namun hambatan tersebut diharapkan bisa berkurang dengan adanya peningkatan kapasitas di Depo Plumpang, Jakarta Utara.

Pertamina memang berencana meningkatkan kapasitas elpiji Depo Plumpang yang saat ini sekitar 80.000 ton menjadi 100.000 ton.



(lih/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.