Penerimaan Bea Cukai 2009 Diperkirakan Turun 30%
Rabu, 17/12/2008 16:13 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Penerimaan bea dan cukai pada tahun 2009 kemungkinan akan turun sekitar 30% dengan potensi kehilangan sekitar Rp 23,4 triliun. Kontribusi terbesar penurunan ini terjadi pada penerimaan bea masuk dan bea keluar.
Hal ini dikatakan oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Rabu (17/12/2008).
"Kalau penerimaan cukai mungkin tidak masalah. Kalau bea turunnya besar, mungkin bisa turun sekitar 30%, karena bea masuk turun, impor turun, bea keluarnya juga menjadi berkurang," katanya.
Dalam APBN-P 2008 penerimaan cukai ditargetkan Rp 49,5 triliun, bea masuk Rp 19,2 triliun dan bea keluar Rp 9,3 triliun atau totalnya sebesar RP 78 triliun. Jika turun 30% maka potensi kehilangan penerimaan bea dan cukai di 2009 sekitar Rp 23,4 triliun.
Anwar menyebutkan penerimaan bea masuk dan bea keluar tergantung pada ekspor dan impor yang dipatiskan turun akibat perlambatan ekonomi global. Ia mencontohkan bea keluar dari eskpor CPO yang turun drastis seiring dengan anjloknya harga komoditas tersebut.
Untuk penerimaan cukai sendiri dikatakan Anwar masih tertolong oleh kenaikan tarif cukai rata-rata sebesar 7% yang akan berlaku efektif 1 Februari 2009. "Mudah-mudahan target (penerimaan) cukai 2009 tercapai meskipun konsumsi sedikit diturunkan," jelasnya.
Sementara untuk 2008, target penerimaan yang dibebankan terhadap Ditjen Bea Cukai telah tercapai. "Semuanya sudah tercapai, bea masuk, bea keluar, maupun cukai," ujarnya.
Selain itu, untuk mengoptimalkan penerimaan bea dan cukai, Anwar mengatakan pihaknya terus melakukan penerapan penegakan hukum. Sebagai contoh, Anwar mengatakan sampai saat ini sudah ada hampir 1.600 pabrik rokok yang ditutup karena penyalahgunaan.
"Lalu importir yang hit and run semakin berkurang," tambahnya.
Mengenai penerimaan, Anwar menuturkan sampai dengan 13 Desember 2008, penerimaan bea dan cukai secara keseluruhan sudah mencapai Rp 83,71 triliun. Angka ini sudah 15% di atas target yang ditetapkan dalam APBN-P 2008. Rincianya, bea masuk sudah mencapai sebesar Rp 21,5 triliun, bea keluar Rp 13,5 triliun dan cukai Rp 48,6 triliun.
(dnl/lih)
Hal ini dikatakan oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Rabu (17/12/2008).
"Kalau penerimaan cukai mungkin tidak masalah. Kalau bea turunnya besar, mungkin bisa turun sekitar 30%, karena bea masuk turun, impor turun, bea keluarnya juga menjadi berkurang," katanya.
Dalam APBN-P 2008 penerimaan cukai ditargetkan Rp 49,5 triliun, bea masuk Rp 19,2 triliun dan bea keluar Rp 9,3 triliun atau totalnya sebesar RP 78 triliun. Jika turun 30% maka potensi kehilangan penerimaan bea dan cukai di 2009 sekitar Rp 23,4 triliun.
Anwar menyebutkan penerimaan bea masuk dan bea keluar tergantung pada ekspor dan impor yang dipatiskan turun akibat perlambatan ekonomi global. Ia mencontohkan bea keluar dari eskpor CPO yang turun drastis seiring dengan anjloknya harga komoditas tersebut.
Untuk penerimaan cukai sendiri dikatakan Anwar masih tertolong oleh kenaikan tarif cukai rata-rata sebesar 7% yang akan berlaku efektif 1 Februari 2009. "Mudah-mudahan target (penerimaan) cukai 2009 tercapai meskipun konsumsi sedikit diturunkan," jelasnya.
Sementara untuk 2008, target penerimaan yang dibebankan terhadap Ditjen Bea Cukai telah tercapai. "Semuanya sudah tercapai, bea masuk, bea keluar, maupun cukai," ujarnya.
Selain itu, untuk mengoptimalkan penerimaan bea dan cukai, Anwar mengatakan pihaknya terus melakukan penerapan penegakan hukum. Sebagai contoh, Anwar mengatakan sampai saat ini sudah ada hampir 1.600 pabrik rokok yang ditutup karena penyalahgunaan.
"Lalu importir yang hit and run semakin berkurang," tambahnya.
Mengenai penerimaan, Anwar menuturkan sampai dengan 13 Desember 2008, penerimaan bea dan cukai secara keseluruhan sudah mencapai Rp 83,71 triliun. Angka ini sudah 15% di atas target yang ditetapkan dalam APBN-P 2008. Rincianya, bea masuk sudah mencapai sebesar Rp 21,5 triliun, bea keluar Rp 13,5 triliun dan cukai Rp 48,6 triliun.
(dnl/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
