BP Migas Dipanggil KPK Jelaskan Penyusutan Aset Rp 200 Triliun
Kamis, 18/12/2008 10:59 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil BP Migas untuk meminta penjelasan terkait penyusutan aset hingga Rp 200 triliun. KPK masih belum menemukan unsur pidana dalam kasus ini.
Kepala BP Migas R Priyono yang datang memenuhi panggilan tersebut mengaku akan memberikan klarifikasi bukan hanya tentang penyusutan aset, tapi juga tentang sistem produksi, pendapatan, cost recovery dan perbaikan asset management.
"Saya ke sini untuk memberikan klarifikasi. Kita diundang KPK untuk membahas beberapa hal, salah satunya tentang penyusutan aset," kata Priyono di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2008).
Menurutnya, kedatangannya kali ini untuk memenuhi permintaan KPK dalam transparansi pengelolaan aset di BP Migas.
"Banyak masalah yang akan kita sampaikan, terutama soal temuan dari BPKP itu," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono Umar, mengatakan belum ada unsur pidana korupsi di BP Migas.
Alasannya, kata dia, KPK masih akan meminta keterangan lebih jauh dan memperbaiki sistem manajemennya lebih dahulu.
"Sementara ini, kita akan minta diperbaiki saja manajemennya. Belum ada unsur pidana di dalamnya," kata Haryono.
Terkait perbaikan sistem manajemen, lanjut dia, KPK akan memberikan batas waktu pada BP Migas supaya segera memperbaiki sistem manajemennya, terutama yang berkaitan dengan temuan adanya penyusutan aset yang sebelumnya senilai Rp 225 triliun menyusut menjadi Rp 25 triliun saat ini.
"Nanti, tergantung kesepakatan kita dan BP Migas batas waktunya kapan. Yang pasti secepatnya," kata Haryono.
(aan/lih)
Kepala BP Migas R Priyono yang datang memenuhi panggilan tersebut mengaku akan memberikan klarifikasi bukan hanya tentang penyusutan aset, tapi juga tentang sistem produksi, pendapatan, cost recovery dan perbaikan asset management.
"Saya ke sini untuk memberikan klarifikasi. Kita diundang KPK untuk membahas beberapa hal, salah satunya tentang penyusutan aset," kata Priyono di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2008).
Menurutnya, kedatangannya kali ini untuk memenuhi permintaan KPK dalam transparansi pengelolaan aset di BP Migas.
"Banyak masalah yang akan kita sampaikan, terutama soal temuan dari BPKP itu," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono Umar, mengatakan belum ada unsur pidana korupsi di BP Migas.
Alasannya, kata dia, KPK masih akan meminta keterangan lebih jauh dan memperbaiki sistem manajemennya lebih dahulu.
"Sementara ini, kita akan minta diperbaiki saja manajemennya. Belum ada unsur pidana di dalamnya," kata Haryono.
Terkait perbaikan sistem manajemen, lanjut dia, KPK akan memberikan batas waktu pada BP Migas supaya segera memperbaiki sistem manajemennya, terutama yang berkaitan dengan temuan adanya penyusutan aset yang sebelumnya senilai Rp 225 triliun menyusut menjadi Rp 25 triliun saat ini.
"Nanti, tergantung kesepakatan kita dan BP Migas batas waktunya kapan. Yang pasti secepatnya," kata Haryono.
(aan/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
