Perusahaan Patungan Bakrie & Northstar Pegang 21,4% Saham BUMI
Kamis, 25/12/2008 17:41 WIB
(Foto: Reuters)
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk dan Northstar Pacific akhirnya menuntaskan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) sebagai kesepakatan pengambilihan utang Bakrie oleh Northstar.
Dalam perusahaan patungan itu, kedua pihak sepakat dengan porsi 70:30 yang akan menguasai 21,4% saham PT Bumi Resources Tbk.
Sebelumnya, pada 28 November lalu, BNBR menandatangani kesepakatan jual beli dengan Northstar. Northstar sepakat mengambil alih US$ 575 juta utang BNBR ke Oddickson Finance.
"Kami sangat senang proses ini akhirnya diselesaikan sesuai jadwal. Yang terpenting bagi BNBR adalah tidak hanya kesepakatan yang dijalankan ini namun juga memecahkan masalah utang perusahaan. Utang ini akibat pelemahan ekonomi global di akhir September 2008 yang memberikan dampak terhadap harga saham perusahaan," kata Presiden Direktur BNBR, Nalin Rathod dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (25/12/2008).
Perjanjian ini juga melibatkan BNBR sebagai holding yang memiliki perusahaan atas:
1. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP): 42,6%
2. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL): 48,3%
3. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY): 14,8%
4. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): 43,2%
5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) : 70% dari 21,4% di perusahaan patungan.
BNBR juga memiliki opsi untuk membeli kembali saham sebesar 7,8% di ELTY dari Avenue Capital dan 4,2% saham BUMI dari Ancora Group.
BNBR juga akan merestrukturisasi utang dalam dolar AS sekitar US$ 197 juta dan dalam rupiah senilai Rp 425 miliar menjadi obligasi konversi atau convertible bond (CB) senilai Rp 4,26 triliun.
Utang CB itu dapat ditukarkan menjadi saham paling lambat satu tahun kemudian. BNBR menilai ini adalah upaya rasionalisasi portofolio yang cukup berhasil karena bisa mengurangi secara sigfikan utang grup BNBR yang ketika diumumkan mencapai US$ 1,2 miliar.
Harga obligasi konversi (CB) yang bisa ditukarkan itu sekitar Rp 100-110 per saham yang nantinya juga akan mengikuti aturan dan persetujuan dari regulator. Utang dalam dolar AS sendiri memiliki jatuh tempo 3 tahun.
"Kesepakatan yang telah dicapai akan membuat hubungan yang lebih dekat dan jangka panjang dari hubungan strategis antara BNBR dan Northstar," kata Nalin.
(ir/ir)
Dalam perusahaan patungan itu, kedua pihak sepakat dengan porsi 70:30 yang akan menguasai 21,4% saham PT Bumi Resources Tbk.
Sebelumnya, pada 28 November lalu, BNBR menandatangani kesepakatan jual beli dengan Northstar. Northstar sepakat mengambil alih US$ 575 juta utang BNBR ke Oddickson Finance.
"Kami sangat senang proses ini akhirnya diselesaikan sesuai jadwal. Yang terpenting bagi BNBR adalah tidak hanya kesepakatan yang dijalankan ini namun juga memecahkan masalah utang perusahaan. Utang ini akibat pelemahan ekonomi global di akhir September 2008 yang memberikan dampak terhadap harga saham perusahaan," kata Presiden Direktur BNBR, Nalin Rathod dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (25/12/2008).
Perjanjian ini juga melibatkan BNBR sebagai holding yang memiliki perusahaan atas:
1. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP): 42,6%
2. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL): 48,3%
3. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY): 14,8%
4. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): 43,2%
5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) : 70% dari 21,4% di perusahaan patungan.
BNBR juga memiliki opsi untuk membeli kembali saham sebesar 7,8% di ELTY dari Avenue Capital dan 4,2% saham BUMI dari Ancora Group.
BNBR juga akan merestrukturisasi utang dalam dolar AS sekitar US$ 197 juta dan dalam rupiah senilai Rp 425 miliar menjadi obligasi konversi atau convertible bond (CB) senilai Rp 4,26 triliun.
Utang CB itu dapat ditukarkan menjadi saham paling lambat satu tahun kemudian. BNBR menilai ini adalah upaya rasionalisasi portofolio yang cukup berhasil karena bisa mengurangi secara sigfikan utang grup BNBR yang ketika diumumkan mencapai US$ 1,2 miliar.
Harga obligasi konversi (CB) yang bisa ditukarkan itu sekitar Rp 100-110 per saham yang nantinya juga akan mengikuti aturan dan persetujuan dari regulator. Utang dalam dolar AS sendiri memiliki jatuh tempo 3 tahun.
"Kesepakatan yang telah dicapai akan membuat hubungan yang lebih dekat dan jangka panjang dari hubungan strategis antara BNBR dan Northstar," kata Nalin.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
