Bank Mega Targetkan Capai 250 Jaringan di 2009
Jumat, 26/12/2008 15:58 WIB
(Foto:dok detikFinance)
Jakarta - PT Bank Mega Tbk (MEGA) menargetkan memiliki 250 jaringan kantor di seluruh Indonesia hingga akhir semester pertama 2009. Bank Mega ingin jadi bank dengan jaringan luas.
"Ini menunjukan komitmen Bank Mega untuk menjadi bank dengan jaringan yang luas dalam melayani segenap komponen bangsa dan ini juga menunjukkan Bank Mega masih dalam kondisi yang kuat," ujar Direktur Utama PT Bank Mega Tbk, Yungky Setiawan dalam paparan publik PT Bank Mega Tbk, di Gedung Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Jumat (26/12/2008).
Biaya untuk menambah jaringan kantor ini, lanjut Yungky, memang sudah dianggarkan sebelumnya. "Bahkan pembangunan 250 kantor ini diharapkan selesai di akhir 2008," jelasnya.
Yungky menjelaskan faktor penghambat pembangunan ini, yaitu sulitnya untuk mencari lahan kosong untuk pembangunan jaringan kantor baru tersebut.
"Masalahnya memasuki 2008 manajemen memutuskan bahwa setiap cabang yang dibangun harus diatas tanah kosong dan masalahnya mencari tanah kosong di kota-kota besar, di jalan utama dan di tempat bisnis sangatlah sulit. Namun hingga saat ini, kami sudah mendapatkannya dan tinggal dibangun saja," paparnya.
Sepanjang Januari hingga september 2008, imbuh Yungky, Bank Mega telah menambah 32 jaringan kantornya dari 151 pada September 2007 menjadi 183 pada september tahun ini.
"Kantor Cabang bertambah 22 buah dari 54 menjadi 76 buah, kantor cabang pembantu bertambah 11 buah dari 95 menjadi 106 buah. Sedangkan kantor kas berkurang satu buah dari sebelumnya dua buah sekarang menjadi satu buah. Pengurangan ini terjadi karena ada peningkatan kantor kas tersebut menjadi kantor cabang pembantu."
Selain dari jumlah jaringan, imbuh Yungky, dari segi jangkauan kota sepanjang tahun 2008 ini juga meningkat. Pada tahun 2007, Bank Mega hanya menjangkau 42 kota dan sekarang sudah menjadi 82 kota di 29 provinsi.
"Pada akhir Desember 2008, kami akan menambahkan 22 kantor lagi sehingga total tahun ini 205 kantor diantaranya di Jabotabek, Sumedang, Cianjur, Majalaya, Situbondo, Jatibarang, Cimahi, Boyolali, Baturaja, Kupang," paparnya.
(epi/ir)
"Ini menunjukan komitmen Bank Mega untuk menjadi bank dengan jaringan yang luas dalam melayani segenap komponen bangsa dan ini juga menunjukkan Bank Mega masih dalam kondisi yang kuat," ujar Direktur Utama PT Bank Mega Tbk, Yungky Setiawan dalam paparan publik PT Bank Mega Tbk, di Gedung Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Jumat (26/12/2008).
Biaya untuk menambah jaringan kantor ini, lanjut Yungky, memang sudah dianggarkan sebelumnya. "Bahkan pembangunan 250 kantor ini diharapkan selesai di akhir 2008," jelasnya.
Yungky menjelaskan faktor penghambat pembangunan ini, yaitu sulitnya untuk mencari lahan kosong untuk pembangunan jaringan kantor baru tersebut.
"Masalahnya memasuki 2008 manajemen memutuskan bahwa setiap cabang yang dibangun harus diatas tanah kosong dan masalahnya mencari tanah kosong di kota-kota besar, di jalan utama dan di tempat bisnis sangatlah sulit. Namun hingga saat ini, kami sudah mendapatkannya dan tinggal dibangun saja," paparnya.
Sepanjang Januari hingga september 2008, imbuh Yungky, Bank Mega telah menambah 32 jaringan kantornya dari 151 pada September 2007 menjadi 183 pada september tahun ini.
"Kantor Cabang bertambah 22 buah dari 54 menjadi 76 buah, kantor cabang pembantu bertambah 11 buah dari 95 menjadi 106 buah. Sedangkan kantor kas berkurang satu buah dari sebelumnya dua buah sekarang menjadi satu buah. Pengurangan ini terjadi karena ada peningkatan kantor kas tersebut menjadi kantor cabang pembantu."
Selain dari jumlah jaringan, imbuh Yungky, dari segi jangkauan kota sepanjang tahun 2008 ini juga meningkat. Pada tahun 2007, Bank Mega hanya menjangkau 42 kota dan sekarang sudah menjadi 82 kota di 29 provinsi.
"Pada akhir Desember 2008, kami akan menambahkan 22 kantor lagi sehingga total tahun ini 205 kantor diantaranya di Jabotabek, Sumedang, Cianjur, Majalaya, Situbondo, Jatibarang, Cimahi, Boyolali, Baturaja, Kupang," paparnya.
(epi/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
