Rasio Kredit Macet Bank Permata Syariah Membaik
Selasa, 30/12/2008 08:40 WIB
(Foto: dok Permata)
Jakarta - PermataBank Syariah mencatat perbaikan rasio kredit macet atau Non Performing Financing (NPF) yang signifikan untuk kinerja per triwulan III-2008. NPF per September sebesar 2,8% yang turun signifikan dari 16% pada periode yang sama tahun lalu.
"Hal ini tidak terlepas dari faktor pengelolaan risiko yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian sejalan dengan praktik perbankan internasional (international best practice)," kata Kepala Unit Usaha Syariah PermataBank Adrian A. Gunadi.
Adrian perbaikan kinerja yang didapat merupakan buah dari transformasi model bisnis yang dilakukan selama ini dengan menggabungkan bisnis syariah dan infrastruktur, pengembangkan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah mulai terlihat hasilnya.
"Namun demikian prinsip kehati-hatian senantiasa kami kedepankan agar setiap risiko dapat kami kelola dengan baik," katanya.
Laba bersih PermataBank Syariah di triwulan III-2008 meningkat hingga 887% dibandingkan periode yang sama tahun 2007 (belum diaudit). Per September 2008 laba bersih tercatat Rp 33,7 miliar atau mengalami kenaikan hingga Rp 37,9 miliar mengingat pada bulan yang sama di tahun yang lalu kinerja PermataBank Syariah masih mencatat kerugian sebesar Rp 4,2 miliar.
Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan. Pendapatan operasional seperti margin murabahah tercatat Rp 40,5 miliar atau mengalami kenaikan hingga 307% dari Rp 9,9 miliar. Sedangkan pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 17 miliar atau mengalami pertumbuhan hingga 162% dari Rp 6,5 miliar di bulan September 2007.
Dengan demikian total pendapatan yang berhasil dihimpun pada sembilan bulan pertama tahun 2008 adalah sebesar Rp 57,5 miliar atau meningkat hingga 250% dari Rp 16,4 miliar pada periode sebelumnya.
Peningkatan dalam hal pembiayaan terutama dikonstribusi oleh pembiayaan iB (bersih) sebesar Rp 956,9 miliar dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 332,2 miliar, meningkat hingga Rp 624,7 miliar atau 188%. Pada Semester pertama tahun 2008 yang lalu PermataBank Syariah juga melakukan sindikasi pembiayaan kepada PT Indonesia Air Transport (IAT) dengan skema Ijarah (leasing). Hal ini sejalan dengan fokus bisnis PermataBank di segmen konsumer dan komersial serta memberikan perhatian di sektor korporat.
Dari sisi aset PermataBank Syariah juga mengalami pertumbuhan yang cukup signigikan. Per September 2007 aset PermataBank Syariah baru mencapai Rp 452 miliar, saat ini telah mencapai Rp 1,2 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 742,2 miliar atau 164%.
Sementara itu dari sisi penghimpunan dana juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Total dana masyarakat mencapai Rp 902,4 miliar di September 2008, tumbuh 218% dari Rp 283,9 miliar dibanding periode sebelumnya.
PermataBank Syariah pun mencatat posisi permodalan pada akhir September 2008, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio - CAR) sebesar 15,7%, jauh di atas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%.
(ir/ir)
"Hal ini tidak terlepas dari faktor pengelolaan risiko yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian sejalan dengan praktik perbankan internasional (international best practice)," kata Kepala Unit Usaha Syariah PermataBank Adrian A. Gunadi.
Adrian perbaikan kinerja yang didapat merupakan buah dari transformasi model bisnis yang dilakukan selama ini dengan menggabungkan bisnis syariah dan infrastruktur, pengembangkan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah mulai terlihat hasilnya.
"Namun demikian prinsip kehati-hatian senantiasa kami kedepankan agar setiap risiko dapat kami kelola dengan baik," katanya.
Laba bersih PermataBank Syariah di triwulan III-2008 meningkat hingga 887% dibandingkan periode yang sama tahun 2007 (belum diaudit). Per September 2008 laba bersih tercatat Rp 33,7 miliar atau mengalami kenaikan hingga Rp 37,9 miliar mengingat pada bulan yang sama di tahun yang lalu kinerja PermataBank Syariah masih mencatat kerugian sebesar Rp 4,2 miliar.
Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan. Pendapatan operasional seperti margin murabahah tercatat Rp 40,5 miliar atau mengalami kenaikan hingga 307% dari Rp 9,9 miliar. Sedangkan pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 17 miliar atau mengalami pertumbuhan hingga 162% dari Rp 6,5 miliar di bulan September 2007.
Dengan demikian total pendapatan yang berhasil dihimpun pada sembilan bulan pertama tahun 2008 adalah sebesar Rp 57,5 miliar atau meningkat hingga 250% dari Rp 16,4 miliar pada periode sebelumnya.
Peningkatan dalam hal pembiayaan terutama dikonstribusi oleh pembiayaan iB (bersih) sebesar Rp 956,9 miliar dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 332,2 miliar, meningkat hingga Rp 624,7 miliar atau 188%. Pada Semester pertama tahun 2008 yang lalu PermataBank Syariah juga melakukan sindikasi pembiayaan kepada PT Indonesia Air Transport (IAT) dengan skema Ijarah (leasing). Hal ini sejalan dengan fokus bisnis PermataBank di segmen konsumer dan komersial serta memberikan perhatian di sektor korporat.
Dari sisi aset PermataBank Syariah juga mengalami pertumbuhan yang cukup signigikan. Per September 2007 aset PermataBank Syariah baru mencapai Rp 452 miliar, saat ini telah mencapai Rp 1,2 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 742,2 miliar atau 164%.
Sementara itu dari sisi penghimpunan dana juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Total dana masyarakat mencapai Rp 902,4 miliar di September 2008, tumbuh 218% dari Rp 283,9 miliar dibanding periode sebelumnya.
PermataBank Syariah pun mencatat posisi permodalan pada akhir September 2008, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio - CAR) sebesar 15,7%, jauh di atas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
