detikfinance

Pemerintah Kaji Kewajiban Asuransi

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Selasa, 30/12/2008 18:14 WIB
(Foto: Indro-detikfinance)
Jakarta - Kontribusi asuransi pada pada pertumbuhan ekonomi (GDP) nasional di Indonesia terbilang masih kecil. Wacana mandatori atau kewajiban berasuransi pun mencuat untuk meningkatkan porsi asuransi di GDP dan menyerap dana dari masyarakat.

Kepala Bapepam LK Fuad Rahmany menjelaskan, saat ini jumlah dana dari asuransi sekitar Rp 120 triliun. Porsi asuransi masih di bawah 5% dari GDP. Sementara di Malaysia saja, porsi asuransi bisa mencapai 20-25% dari GDP.

"Jadi sebenarnya potensinya besar. Makanya kita berpikir, apakah diarahkan ke mandatori saja, tapi ini masih dikaji," katanya.

Mandatori atau kewajiban dalam berasuransi ini termasuk dalam langkah untuk mencapai target porsi asuransi sebesar 10% dalam lima tahun.

Namun ia menegaskan, aturan ini tentunya akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi terutama di 2009. "Kalau sekarang lagi krisis, nggak punya uang, kita kan nggak bisa paksa juga," katanya.

(lih/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.