Internal Bea Cukai Dibenahi, Setoran ke APBN Lampaui Target
Rabu, 31/12/2008 15:14 WIB
Anwar Suprijadi (Foto: dadan/detikcom)
Jakarta - Penerimaan bea dan cukai sampai 30 Desember 2009 sudah 19,24% di atas target APBN-P 2008 atau mencapai Rp 86,68 triliun (119,24%) dari target APBN-P 2008 yang sebesar Rp 72,6 triliun.
Demikian disampaikan oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (31/12/2008).
"Posisi sampai dengan 30 Desember 2008, bea masuk mencapai Rp 22,8 triliun atau 144,38%. Penerimaan cukai Rp 50,2 triliun atau 109,9%. Lalu penerimaan bea keluar Rp 13,5 triliun atau 121,85%," ujarnya.
Anwar mengatakan besarnya realisasi penerimaan bea dan cukai itu karena hasil reformasi di bea cukai. Dengan kata lain, kenaikan realisasi penerimaan itu merupakan upaya pembenahan secara internal.
"Karena dilakukan proses penilaian dengan benar, ditetapkan nilai pabean dengan benar, importir juga sudah mulai patuh. Jadi sebagian besar karena internal effort. Di 2009 mungkin menurun, saya khawatir, eksternal faktor lebih besar dibanding internal effort," paparnya.
Sementara mengenai penerimaan di 2009, Anwar mengatakan pihaknya masih melakukan review apakah dampak krisis global akan berpengaruh terhadap penerimaan.
"Kita masih menunggulah, APBN-nya kan belum dijalani. Jadi tidak etislah kalau langsung diubah. Kita review dulu apakah faktor eksternal itu akan sangat banyak mengubah atau tidak," pungkasnya.
(dnl/qom)
Demikian disampaikan oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (31/12/2008).
"Posisi sampai dengan 30 Desember 2008, bea masuk mencapai Rp 22,8 triliun atau 144,38%. Penerimaan cukai Rp 50,2 triliun atau 109,9%. Lalu penerimaan bea keluar Rp 13,5 triliun atau 121,85%," ujarnya.
Anwar mengatakan besarnya realisasi penerimaan bea dan cukai itu karena hasil reformasi di bea cukai. Dengan kata lain, kenaikan realisasi penerimaan itu merupakan upaya pembenahan secara internal.
"Karena dilakukan proses penilaian dengan benar, ditetapkan nilai pabean dengan benar, importir juga sudah mulai patuh. Jadi sebagian besar karena internal effort. Di 2009 mungkin menurun, saya khawatir, eksternal faktor lebih besar dibanding internal effort," paparnya.
Sementara mengenai penerimaan di 2009, Anwar mengatakan pihaknya masih melakukan review apakah dampak krisis global akan berpengaruh terhadap penerimaan.
"Kita masih menunggulah, APBN-nya kan belum dijalani. Jadi tidak etislah kalau langsung diubah. Kita review dulu apakah faktor eksternal itu akan sangat banyak mengubah atau tidak," pungkasnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
