detikfinance

Pertamina: Pasokan BBM Ke SPBU Kembali Normal Jumat Malam

Suhendra - detikfinance
Jumat, 02/01/2009 15:30 WIB
Jakarta - Pertamina menjamin kelangkaan pasokan BBM di beberapa SPBU di wilayah Jabodetabek dan beberapa daerah di Indonesia dipastikan akan kembali normal secara keseluruhan pada Jumat (2/1/2009) malam nanti.

"Sistem  penebusan online ini sudah kembali normal jam 8 pagi tadi, sehingga diharapkan tengah malam nanti bisa kembali pasokan BBM ke SPBU kembali normal," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT  Pertamina Achmad Faisal saat dihubungi wartawan, Jumat (2/1/2009).

Menurutnya masalah kelangkaan ini hanya bersifat sementara karena disebabkan dua faktor yaitu pertama karena pada saat perlalihan tahun para SPBU mengurangi penebusan karena khawatir pemerintah menaikan BBM pada 1 Januari 2009. Kedua, per 1 Januari 2009 Pertamina mulai menerapkan sistem penebusan dengan sistem baru, sehingga masih ada gangguan ditahap awal.

"Tanggal 1 Januari penebusan ada gangguan karena ada sistem  online, wajar karena baru digunakan," katanya.

Dikatakannya, ketika terjadi gangguan jumlah penebusan mengalami penurunan menjadi 6000 kilo liter per harinya  dari kondisi  penebusan normal  perharinya yang mencapai 10.000 sampai 11.000 kilo liter.


(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.