Pertamina: Pasokan BBM Jabodetabek Aman
Minggu, 04/01/2009 10:57 WIB
(Foto:dok detikFinance)
Jakarta - Pertamina memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Jabodetabek dalam keadaan aman dan tercukupi. Hingga Sabtu (3/1/2009) pukul 21.00 WIB, Pertamina telah memasok BBM ke SPBU-SPBU di Jabodetabek lebih tinggi dari jumlah penyaluran harian (Daily Off Take/DOT).
"Kami harapkan agar masyarakat tidak khawatir kekurangan minyak di SPBU," ujar Corporate Secretary Pertamina, Toharso dalam keterangannya kepada detikFinance, Minggu (4/1/2009).
Toharso menjelaskan, berkaitan dengan keluhan sebagian masyarakat saat ini tentang keterlambatan pasokan BBM ke SPBU, Pertamina telah memasok BBM melebihi jumlah penyaluran harian ke SPBU-SPBU di kawasan Jabodetabek. Jumlah SPBU yang ada di kawasan tersebut sebanyak kurang lebih 600 SPBU.
Berikut data penyaluran BBM eks Depot Plumpang Jakarta ke SPBU-SPBU sejak pukul 06.00 WIB, Jumat 2 Januari 2009 hingga pukul 21.00 WIB, Sabtu 3 Januari 2009:
1. Premium: 19.189 kilo liter (KL), lebih tinggi 104% dari DOT sebanyak 9.420 KL.
2. Solar: 5.151 KL, lebih tinggi 10% dari DOT sebanyak 4.677 KL.
3. Pertamax: 2.040 KL, lebih tinggi 284% dari DOT sebanyak 531 KL.
4. Pertamax Plus: 512 KL, lebih tinggi 169% dari DOT sebanyak 190 KL.
Total yang telah disalurkan Pertamina sebanyak 24.956 KL, lebih tinggi 81% dari DOT sebanyak 14.818 KL.
Kemarin, Sabtu (3/1/2009), Direktur Utama Pertamina Ari Sumarno telah membantah faktor gangguan sistem pemesanan BBM online di Pertamina menjadi penyebab terhambatnya pasokan BBM ke SPBU sehingga stok BBM langka.
"Bukan, sistem online memang ada kendala, tapi sudah jalan. Jadi beberapa hari ini pengambilan (BBM) oleh SPBU turun karena pengusaha SPBU takut harganya turun, takut dia rugi," kilahnya.
Kelangkaan BBM hanya terjadi khususnya di Jakarta. Karena rupanya para pengusaha SPBU itu banyak yang ragu akan terjadi penurunan (harga BBM) lagi, jadi mereka mengurangi pengambilan," imbuhnya.
Bahkan dikatakan Ari agar kelangkaan tidak lagi terjadi, Pertamina juga memberikan kredit kepada SPBU agar mereka bisa mendapatkan pasokan BBM tanpa perlu membayar terlebih dahulu.
"Jadi penurunan permintaan itu 40-50%, bayangkan ini terjadi khususnya di Jakarta. Untuk kota lain tidak signifikan penurunannya, yang paling signifikan Jakarta," katanya.
Ari menjelaskan penurunan permintaan terjadi khususnya pada premium saja. "Kalau pertamax tidak karena dia harganya kan mengikuti harga internasional," tukasnya.
(dro/dro)
"Kami harapkan agar masyarakat tidak khawatir kekurangan minyak di SPBU," ujar Corporate Secretary Pertamina, Toharso dalam keterangannya kepada detikFinance, Minggu (4/1/2009).
Toharso menjelaskan, berkaitan dengan keluhan sebagian masyarakat saat ini tentang keterlambatan pasokan BBM ke SPBU, Pertamina telah memasok BBM melebihi jumlah penyaluran harian ke SPBU-SPBU di kawasan Jabodetabek. Jumlah SPBU yang ada di kawasan tersebut sebanyak kurang lebih 600 SPBU.
Berikut data penyaluran BBM eks Depot Plumpang Jakarta ke SPBU-SPBU sejak pukul 06.00 WIB, Jumat 2 Januari 2009 hingga pukul 21.00 WIB, Sabtu 3 Januari 2009:
1. Premium: 19.189 kilo liter (KL), lebih tinggi 104% dari DOT sebanyak 9.420 KL.
2. Solar: 5.151 KL, lebih tinggi 10% dari DOT sebanyak 4.677 KL.
3. Pertamax: 2.040 KL, lebih tinggi 284% dari DOT sebanyak 531 KL.
4. Pertamax Plus: 512 KL, lebih tinggi 169% dari DOT sebanyak 190 KL.
Total yang telah disalurkan Pertamina sebanyak 24.956 KL, lebih tinggi 81% dari DOT sebanyak 14.818 KL.
Kemarin, Sabtu (3/1/2009), Direktur Utama Pertamina Ari Sumarno telah membantah faktor gangguan sistem pemesanan BBM online di Pertamina menjadi penyebab terhambatnya pasokan BBM ke SPBU sehingga stok BBM langka.
"Bukan, sistem online memang ada kendala, tapi sudah jalan. Jadi beberapa hari ini pengambilan (BBM) oleh SPBU turun karena pengusaha SPBU takut harganya turun, takut dia rugi," kilahnya.
Kelangkaan BBM hanya terjadi khususnya di Jakarta. Karena rupanya para pengusaha SPBU itu banyak yang ragu akan terjadi penurunan (harga BBM) lagi, jadi mereka mengurangi pengambilan," imbuhnya.
Bahkan dikatakan Ari agar kelangkaan tidak lagi terjadi, Pertamina juga memberikan kredit kepada SPBU agar mereka bisa mendapatkan pasokan BBM tanpa perlu membayar terlebih dahulu.
"Jadi penurunan permintaan itu 40-50%, bayangkan ini terjadi khususnya di Jakarta. Untuk kota lain tidak signifikan penurunannya, yang paling signifikan Jakarta," katanya.
Ari menjelaskan penurunan permintaan terjadi khususnya pada premium saja. "Kalau pertamax tidak karena dia harganya kan mengikuti harga internasional," tukasnya.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
