Kasus BPR Tripanca Mungkin Seret Pejabat Pemda
Senin, 05/01/2009 14:55 WIB
Jakarta - Kasus Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tripanca Lampung kemungkinan akan merembet ke kasus korupsi pejabat pemerintah daerah (pemda). Para pejabat kemungkinan bisa terseret kasus korupsi karena menyimpan dana APBD di BPR Tripanca.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bareskrim Komjenpol Susno Duaji saat ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (5/1/2009).
"Itu kasus penipuan, penggelapan, yang ketiganya kasus korupsi. Korupsilah yang diperkirakan nanti akan ada pejabat. Korupsi itu dilandasi kemungkinan. Saya katakan kemungkinan karena belum pasti, tapi besar pastinya," ungkap Susno.
Kasus korupsi itu terkait penyimpanan dana-dana pemerintah di BPR Tripanca. Padahal Menkeu sudah mengeluarkan larangan bagi pemda untuk menyimpan dananya di bank-bank swasta termasuk BPR.
"Kan dilarang sama menteri keuangan. Mereka kan punya bank di daerah. Bank mereka bank daerah namanya, kalau tidak di bank daerah, di bank pemerintah," tambahnya.
Namun menurut Susno, sejauh ini belum ada pejabat pemda yang dimintai keterangan. "Kita kan harus urut dulu secara sistem urut dulu, kasus banknya baru kasus penipuannya. Apalagi ini akan dipecah," tambahnya.
Yang pasti, yang diduga terlibat adalah petugas setingkat Bupati. "Ya, level-level itulah, yang punya duit. Camat kan tidak punya duit," jawab Susno saat ditanya apakah pejabat yang diduga terlibat selevel Bupati.
(qom/ir)
Hal tersebut disampaikan Kepala Bareskrim Komjenpol Susno Duaji saat ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (5/1/2009).
"Itu kasus penipuan, penggelapan, yang ketiganya kasus korupsi. Korupsilah yang diperkirakan nanti akan ada pejabat. Korupsi itu dilandasi kemungkinan. Saya katakan kemungkinan karena belum pasti, tapi besar pastinya," ungkap Susno.
Kasus korupsi itu terkait penyimpanan dana-dana pemerintah di BPR Tripanca. Padahal Menkeu sudah mengeluarkan larangan bagi pemda untuk menyimpan dananya di bank-bank swasta termasuk BPR.
"Kan dilarang sama menteri keuangan. Mereka kan punya bank di daerah. Bank mereka bank daerah namanya, kalau tidak di bank daerah, di bank pemerintah," tambahnya.
Namun menurut Susno, sejauh ini belum ada pejabat pemda yang dimintai keterangan. "Kita kan harus urut dulu secara sistem urut dulu, kasus banknya baru kasus penipuannya. Apalagi ini akan dipecah," tambahnya.
Yang pasti, yang diduga terlibat adalah petugas setingkat Bupati. "Ya, level-level itulah, yang punya duit. Camat kan tidak punya duit," jawab Susno saat ditanya apakah pejabat yang diduga terlibat selevel Bupati.
(qom/ir)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
