Bapepam Panggil 49 Perusahaan Sekuritas
Selasa, 06/01/2009 13:31 WIB
(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Kasus dugaan manipulasi dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) yang dilakukan pemiliknya Herman Ramli membuat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) siaga. Bapepam pun memanggil 49 perusahaan sekuritas untuk melakukan verifikasi.
"Broker sudah dipanggil untuk verifikasi secara menyeluruh ini untuk antisipasi dini terhadap sekuritas lain, ada 49 broker yang dipanggil disamping Sarijaya," kata Kabiro Transaksi Lembaga Efek Bapepam LK Nurhaida di kantor Bapepam LK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (6/1/2008).
Bapepam juga sudah membentuk 17 tim verfikasi gabungan dengan Self Regulatory Organization (SRO). "Kita ingin lihat lagi MKBD untuk Sarijaya siapa tahu ada kesalahan pencatatan dan lain sebagainya," katanya.
Selain penyalahgunaan dana nasabah, Sarijaya Permana Sekuritas juga melaporan Modal Kerja Bersih Disesuikan (MKBD) yang tidak benar. Anggota Bursa dengan kode perdagangan SP tersebut terakhir melaporkan nilai MKBD sebesar Rp 29,318 miliar.
Menurut Nurhaida pada Anggota Bursa tersebut dikumpulkan dalam rangka membangun kepercayaan pasar. Untuk masalah MKBD anggota bursa ini, Bapepam juga akan meneliti lebih spesifik lagi. "MKBD akan dilihat lebih spesifik lagi pada rekeningnya," katanya.
Sementara Direktur PT Mandiri Sekuritas Mirza Adityaswara yang baru saja dipanggil Bapepam mengatakan, Bapepam sudah melakukan hal yang tepat untuk kasus Sarijaya dengan melakukan suspensi.
"Suspend yang dilakukan Bapepam akan menenangkan pasar itu juga bukti pada aksi yang dilakukan lembaga. Kalau tidak dilakukan malah jadi kacau ini menunjukkan Bapepam sudah memiliki langkah-langkah untuk menangani masalah Sarijaya," katanya.
Bapepam jugai telah memerintah pembekuan aset milik PT Sarijaya Permana Sekuritas di KPEI dan KSEI karena terkait dugaan penyalahgunaan rekening dana nasabah. Herman Ramli sendiri telah ditahan Bareskrim-Mabes Polri sejak 24 Desember 2008.
Sarijaya merupakan salah satu perusahaan sekuritas lokal terbesar yang semula merupakan anak usaha Bank Bali milik keluarga Ramli. Sarijaya memiliki 31 kantor cabang yang tersebar di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi dengan basis nasabah ritel yang cukup besar.
(ir/qom)
"Broker sudah dipanggil untuk verifikasi secara menyeluruh ini untuk antisipasi dini terhadap sekuritas lain, ada 49 broker yang dipanggil disamping Sarijaya," kata Kabiro Transaksi Lembaga Efek Bapepam LK Nurhaida di kantor Bapepam LK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (6/1/2008).
Bapepam juga sudah membentuk 17 tim verfikasi gabungan dengan Self Regulatory Organization (SRO). "Kita ingin lihat lagi MKBD untuk Sarijaya siapa tahu ada kesalahan pencatatan dan lain sebagainya," katanya.
Selain penyalahgunaan dana nasabah, Sarijaya Permana Sekuritas juga melaporan Modal Kerja Bersih Disesuikan (MKBD) yang tidak benar. Anggota Bursa dengan kode perdagangan SP tersebut terakhir melaporkan nilai MKBD sebesar Rp 29,318 miliar.
Menurut Nurhaida pada Anggota Bursa tersebut dikumpulkan dalam rangka membangun kepercayaan pasar. Untuk masalah MKBD anggota bursa ini, Bapepam juga akan meneliti lebih spesifik lagi. "MKBD akan dilihat lebih spesifik lagi pada rekeningnya," katanya.
Sementara Direktur PT Mandiri Sekuritas Mirza Adityaswara yang baru saja dipanggil Bapepam mengatakan, Bapepam sudah melakukan hal yang tepat untuk kasus Sarijaya dengan melakukan suspensi.
"Suspend yang dilakukan Bapepam akan menenangkan pasar itu juga bukti pada aksi yang dilakukan lembaga. Kalau tidak dilakukan malah jadi kacau ini menunjukkan Bapepam sudah memiliki langkah-langkah untuk menangani masalah Sarijaya," katanya.
Bapepam jugai telah memerintah pembekuan aset milik PT Sarijaya Permana Sekuritas di KPEI dan KSEI karena terkait dugaan penyalahgunaan rekening dana nasabah. Herman Ramli sendiri telah ditahan Bareskrim-Mabes Polri sejak 24 Desember 2008.
Sarijaya merupakan salah satu perusahaan sekuritas lokal terbesar yang semula merupakan anak usaha Bank Bali milik keluarga Ramli. Sarijaya memiliki 31 kantor cabang yang tersebar di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi dengan basis nasabah ritel yang cukup besar.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
