Nasabah Ramai-ramai Ingin Tarik Dana dari Sarijaya Sekuritas
Selasa, 06/01/2009 13:37 WIB
Foto: Indro Bagus/detikFinance
Jakarta - Para nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas ramai-ramai ingin menarik dananya. Nasabah akan memindahkan dananya dari Sarijaya Sekuritas setelah BEI mencabut suspensinya.
Demikian pengakuan sejumlah nasabah yang ditemui detikFinance usai mengikuti penjelasan dari manajemen Sarijaya Sekuritas di Permata Tower, Jakarta, Selasa (6/1/2009).
"Kita nggak bisa trading, saya mau tarik dana juga tidak bisa. Saya mau pindahkan ke sekuritas lain saja. Tapi karena masih dibekukan, jadi dana saya tidak bisa diapa-apa kan," ujar Boy, nasabah Sarijaya Sekuritas.
"Habis tidak di-freeze, nanti saya mau pindahin. Saya cari yang aman-aman saja," ujar Budiyanto, nasabah Sarijaya lainnya.
Boy mengatakan, dalam pemaparan yang dilakukan di lantai 3A, manajemen memberi penjelasan mengenai suspensi. Menurut manajemen, terdapat perbedaan pencatatan antara yang di Sarijaya Sekuritas dan di BEI.
"Manajemen berkata bahwa itu hanya kesalahan teknis. Manajemen juga menjelaskan, bahwa manajemen dan direksi ada di Jakarta semua, tidak ada yang kabur. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujar Boy.
Menurut pria berusia 44 tahun ini, manajemen menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan ini secepatnya. Yang pasti, nasabah menyayangkan para direksi yang tidak memberikan penjelasan secara langsung kepada para nasabahnya. Berdasarkan informasi, para direksi saat ini masih diperiksa oleh Bapepam LK.
"Kita minta agar manajemen pusat segera mengadakan konferensi pers soal ini, agar publik bisa tahu soal masalah ini," ujar Tony, nasabah Sarijaya Sekuritas lainnya.
Otoritas Bursa Efek Indonesia mengenakan suspensi terhadap anggota bursa PT Sarijaya Permana Sekuritas karena adanya penyalahgunaan dana nasabah dan pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang tidak benar.
Mabes Polri juga sudah menahan komisaris utama Sarijaya Sekuritas, Herman Ramli sejak 24 Desember atas dugaan penyalahgunaan dana nasabah hingga miliaran rupiah.
(qom/ir)
Demikian pengakuan sejumlah nasabah yang ditemui detikFinance usai mengikuti penjelasan dari manajemen Sarijaya Sekuritas di Permata Tower, Jakarta, Selasa (6/1/2009).
"Kita nggak bisa trading, saya mau tarik dana juga tidak bisa. Saya mau pindahkan ke sekuritas lain saja. Tapi karena masih dibekukan, jadi dana saya tidak bisa diapa-apa kan," ujar Boy, nasabah Sarijaya Sekuritas.
"Habis tidak di-freeze, nanti saya mau pindahin. Saya cari yang aman-aman saja," ujar Budiyanto, nasabah Sarijaya lainnya.
Boy mengatakan, dalam pemaparan yang dilakukan di lantai 3A, manajemen memberi penjelasan mengenai suspensi. Menurut manajemen, terdapat perbedaan pencatatan antara yang di Sarijaya Sekuritas dan di BEI.
"Manajemen berkata bahwa itu hanya kesalahan teknis. Manajemen juga menjelaskan, bahwa manajemen dan direksi ada di Jakarta semua, tidak ada yang kabur. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujar Boy.
Menurut pria berusia 44 tahun ini, manajemen menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan ini secepatnya. Yang pasti, nasabah menyayangkan para direksi yang tidak memberikan penjelasan secara langsung kepada para nasabahnya. Berdasarkan informasi, para direksi saat ini masih diperiksa oleh Bapepam LK.
"Kita minta agar manajemen pusat segera mengadakan konferensi pers soal ini, agar publik bisa tahu soal masalah ini," ujar Tony, nasabah Sarijaya Sekuritas lainnya.
Otoritas Bursa Efek Indonesia mengenakan suspensi terhadap anggota bursa PT Sarijaya Permana Sekuritas karena adanya penyalahgunaan dana nasabah dan pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang tidak benar.
Mabes Polri juga sudah menahan komisaris utama Sarijaya Sekuritas, Herman Ramli sejak 24 Desember atas dugaan penyalahgunaan dana nasabah hingga miliaran rupiah.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
