BRI Penyalur Terbanyak KUR 2008
Rabu, 07/01/2009 16:30 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbanyak sepanjang 2008. Dari total KUR yang tersalurkan sebanyak Rp 12,456 triliun, BRI menyalurkan Rp 9,03 triliun atau sekitar 72,5%.
Hal ini disampaikan Menteri Koperasi UKM Suryadharma Ali dalam Evaluasi Program 2008 dan Rencana Program 2009 Kementerian Koperasi dan UKM, di Gedung Departemen Koperasi dan UKM, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/1/2009).
Suryadharma memaparkan hingga 31 Desember 2008, realisasi KUR yang sudah disalurkan yaitu sebesar Rp 12,4561 triliun untuk 1.656.544 debitur.
"Atau rata-rata kredit per debitur Rp 7,52 juta," jelasnya.
Posisi BRI sebagai penyalur KUR terbanyak diikuti oleh Bank Negara Indonesia dengan penyaluran KUR sebesar Rp 1.16 triliun dan Bank Mandiri sebesar Rp 1,14 triliun.
"Pernyaluran KUR dari bank lainnya masih dibawah Rp 1 triliun," jelasnya.
Suryadharma menambahkan untuk penyaluran kredit dari perbankan melalui linkage program (non KUR) sepanjang tahun 2008 mencapai 9,79 milyar.
Sementara itu, Deputi VI Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Chairul Jamhari menerangkan, untuk tahun 2009 plafon KUR akan bertambah Rp 20 triliun.
"Apabila asumsi rata-rata setiap debitur menerima KUR sebesar Rp 7,5 juta per debitur maka diperkirakan pada tahun 2009 akan terjadi penambahan sebanyak 2,6 juta unit," paparnya.
Bunga KUR
Terkait penurunan BI Rate sebesar 50 basis poin dari 9,25% menjadi 8,75%, Suryadharma menambahkan, penurunan ini bisa juga mendorong bunga KUR ikut turun dari saat ini yang maksimum 16%.
"Penurunan BI Rate itu berpotensi terhadap penurunan suku bunga maksimum KUR itu sendiri. Namun apa akan diturunkan atau tetap disitu? Itu akan dilakukan bersama komite kebijakan nantinya. Tapi memang kita berharap itu bisa diturunkan," jelas Suryadharma.
Namun Suryadharma mengingatkan saat terjadi kenaikan BI Rate, suku bunga KUR tidak mengalami kenaikan.
"Memang angka 16 persen itu angka maksimum dan setahu saya sampai dengan hari ini angka 16 persen belum ada yang menggunakan secara maksimal. Mereka ada yang menggunakan 14 dan ada 15 persen," katanya.
(epi/lih)
Hal ini disampaikan Menteri Koperasi UKM Suryadharma Ali dalam Evaluasi Program 2008 dan Rencana Program 2009 Kementerian Koperasi dan UKM, di Gedung Departemen Koperasi dan UKM, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/1/2009).
Suryadharma memaparkan hingga 31 Desember 2008, realisasi KUR yang sudah disalurkan yaitu sebesar Rp 12,4561 triliun untuk 1.656.544 debitur.
"Atau rata-rata kredit per debitur Rp 7,52 juta," jelasnya.
Posisi BRI sebagai penyalur KUR terbanyak diikuti oleh Bank Negara Indonesia dengan penyaluran KUR sebesar Rp 1.16 triliun dan Bank Mandiri sebesar Rp 1,14 triliun.
"Pernyaluran KUR dari bank lainnya masih dibawah Rp 1 triliun," jelasnya.
Suryadharma menambahkan untuk penyaluran kredit dari perbankan melalui linkage program (non KUR) sepanjang tahun 2008 mencapai 9,79 milyar.
Sementara itu, Deputi VI Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Chairul Jamhari menerangkan, untuk tahun 2009 plafon KUR akan bertambah Rp 20 triliun.
"Apabila asumsi rata-rata setiap debitur menerima KUR sebesar Rp 7,5 juta per debitur maka diperkirakan pada tahun 2009 akan terjadi penambahan sebanyak 2,6 juta unit," paparnya.
Bunga KUR
Terkait penurunan BI Rate sebesar 50 basis poin dari 9,25% menjadi 8,75%, Suryadharma menambahkan, penurunan ini bisa juga mendorong bunga KUR ikut turun dari saat ini yang maksimum 16%.
"Penurunan BI Rate itu berpotensi terhadap penurunan suku bunga maksimum KUR itu sendiri. Namun apa akan diturunkan atau tetap disitu? Itu akan dilakukan bersama komite kebijakan nantinya. Tapi memang kita berharap itu bisa diturunkan," jelas Suryadharma.
Namun Suryadharma mengingatkan saat terjadi kenaikan BI Rate, suku bunga KUR tidak mengalami kenaikan.
"Memang angka 16 persen itu angka maksimum dan setahu saya sampai dengan hari ini angka 16 persen belum ada yang menggunakan secara maksimal. Mereka ada yang menggunakan 14 dan ada 15 persen," katanya.
(epi/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
34 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
