detikfinance

Penawaran Saham Alfamart Disesuaikan dengan Kondisi Pasar

Irna Gustia - detikfinance
Jumat, 09/01/2009 10:38 WIB
(Foto: dok Alfamart)
Jakarta - Perusahaan ritel berformat minimarket, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau yang lebih dikenal dengan Alfamart, memilih bersikap realistis terhadap kondisi pasar saham saat ini. Perseroan memperkirakan kelebihan permintaan (oversubscribe) tidak akan terlampau meledak.

"Kita realistis dengan kondisi sekarang, sulit mengharapkan permintaan hingga 5 kali lipat, kemungkinan 1-2 kali lipat itu cukup bagus," kata Wakil Direktur Utama, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Henry Komala ketika dihubungi detikFinance, Jumat (9/1/2009).

Penawaran saham Alfamart terakhir dilakukan pada Jumat ini (9/1/2008) dan digelar selama tiga hari sejak 7 Januari 2009. Investor ritel yang berminat membeli saham IPO Alfamart bisa mendapatkannya di lokasi penawaran di Kantor PT Adimitra Transferindo, Plaza Properti, lantai 2, Komplek Pertokoan Pulomas Blok 8 No 1, Jalan Perintis Kemerdekaan Jakarta Timur.

Diakui Henry dengan kondisi pasar yang seperti ini, Alfamart juga harus realitis terhadap harga sahamnya yang ditetapkan Rp 395 per saham. Harga ini memang lebih rendah dari target semula Rp 425-475 per saham.

"Kita optimistis terhadap masa depan saham Alfamart, karena peluang pasar ritel di Indonesia cukup besar, masyarakat tetap butuh membeli barang-barang keperluannya seperti yang dijual Alfamart," katanya.

Saham Alfamart tetap akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 15 Januari 2009. Alfamart akan menjadi emiten pertama yang listing di BEI pada tahun 2009. Jumlah saham yang dijual mencapai 343.177.000 saham biasa atau sebesar 10% dengan nilai nominal Rp 100.

IPO Alfamart ditangani oleh PT Ciptadana Securities dan PT Indopremier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Setelah IPO komposisi pemegang saham Alfamart adalah PT Sigmantara Alfindo 54%, PT Cakrawala Mulia Prima 36%, dan masyarakat 10%.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan seperti pengembangan gerai atau distribution center (DC) perseroan. Per 30 Juni 2008 perseroan memiliki 2.505 gerai yang tersebar di pulau Jawa dan provinsi Lampung.

Kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk per Juni 2008 mencatat penghasilan Rp 3,606 triliun dan laba bersih Rp 44,008 miliar serta total aset Rp 1,899 triliun.

Meski dana yang diraup dari IPO ini tidak seperti target semula, Henry menegaskan pendanaan investasi perusahaan tahun 2009 tidak akan terganggu.

"Karena kita punya opsi lain seperti operational cashflow, pinjaman bank dan IPO, jadi masih ada sumber pendanaan lain," katanya.

(ir/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.