detikfinance

TDL Sudah Murah, Stimulus Sebaiknya untuk Bangun Pembangkit

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Minggu, 11/01/2009 13:05 WIB
Foto: dok PLN
Jakarta - Rencana pemberian stimulus untuk PLN sebaiknya tidak digunakan untuk menurunkan Tarif Dasar listrik (TDL), melainkan dialokasikan untuk pembangunan pembangkit listrik non BBM. TDL di Indonesia saat ini sudah terbilang lebih murah ketimbang negara lain.

Demikian disampaikan Pengamat Kelistrikan, Fabby Tumiwa saat berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (11/1/2009).

"Kalau saya lihat, TDL dengan harga minyak turun masih belum mencerminkan biaya keekonomiannya. Menurut saya, biaya pokok produksi listrik masih cukup tinggi dibanding TDL yang berlaku saat ini," ujarnya.

Menurut Fabby, stimulus tersebut lebih baik diberikan untuk membantu PLN membangun pembangkit listrik non BBM yang efeknya bersifat jangka panjang. Pembangunan pembangkit non BBM akan membantu PLN mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia yang tak terduga.

"Karena ada estimasi pada tahun 2012, harga minyak akan melonjak ke angka US$ 120 per barel. Ketika harga minyak tinggi, maka biaya produksi tidak terpengaruh karena kita sudah menggunakan pembangkit non BBM dan keberadaan pembangkit listrik ini juga menurunkan subsidi listrik pemerintah," ungkapnya.

Dengan diberikan stimulus ini, lanjut Fabby, diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan proyek-proyek pembangkit listrik non BBM yang sudah matang digarap PLN. Saat ini ada beberapa proyek pembangkit PLN yang sudah siap secara desain namun sulit mendapatkan pembiayaan.

"Sehingga pemerintah bisa memberikan stimulus tersebut dalam bentuk penyertaan modal pemerintah kepada PLN."

Senada dengan Fabby, anggota Komisi VII DPR Alvin Lie menyatakan TDL tidak perlu diturunkan karena TDL saat ini sudah cukup murah dan masih terjangkau masyarakat. "Masalah TDL ini sebetulnya tidak banyak yang mengeluhkan. lagipula selama ini tarif TDL kita tidak pernah naik, hargannya cukup murah dan terjangkau," jelas Alvin.

Alvin khawatir jika TDL diturunkan malah justru diikuti dengan pemadaman yang merajalela. Hal ini karena pendapatan PLN untuk menyediakan listrik yang memadai akan semakin berkurang.

"Menurut saya kalau pemerintah punya anggaran untuk sektor listrik, sebaiknya dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanan PLN," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Alvin menambahkan, jika tujuan dari stimulus itu untuk membantu sektor industri maka sebaiknya PLN menghilangkan sejumlah aturannya seperti tarif multiguna untuk sektor industri. "Tarif multi guna itu harus dihapuskan dan sebaiknya kembali tarif normal. Dengan dihapuskannya aturan tersebut dampaknya akan lebih besar dan akan membantu sektor industri karena selama ini tarif multiguna ini dibebankan ke dunia usaha," katanya.

(epi/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.