Pertamina Belum Bayar Kompensasi BBM 2008 ke SPBU
Senin, 12/01/2009 15:50 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Pertamina hingga kini belum membayar kompensasi BBM untuk SPBU atas perubahan harga BBM yang sudah dua kali terjadi. Namun para pengusaha SPBU tidak mempermaslahkannya karena sudah mendapat kepastian penggantian untuk perubahan harga selanjutnya.
Demikian disampaikan Ketua Umum Hiswana Muhamad Nur Adib saat dihubungi wartawan, di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (12/1/2009).
"Iya belum dibayar. Kemarin itu hanya karena SPBU takut rui saja dan kami ada masalah kompensasi itu dibayar kapan," katanya.
Namun kini Adib mengaku pihaknya tidak khawatir lagi karena masalah kompensasi sudah jelas. Penebusan BBM yang dilakukan SPBU pun berjalan lancar.
"Nggak. Hari ini lancar semua. Tebusan juga normal," jelasnya.
Mengenai pembayaran kompensasi dari penurunan BBM yang ketiga tersebut, Adib menyerahkannya kepada pemerintah dengan Pertamina.
"Jadi gini, biasanya kan pertamina yang bayar. Nanti ini pada h-2 atau h-1 kita boleh tebus dengan harga baru. Berarti kompensasi sudah terbayar disitu, terpotong disitu, itu nanti dihitung sama subsidi."
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal menjelaskan pihaknya akan segera membayar penunggakan pembayaran kompensasi oleh Pertamina. "Sabar nanti kita bayar," katanya dalam pesan singkatnya.
(epi/lih)
Demikian disampaikan Ketua Umum Hiswana Muhamad Nur Adib saat dihubungi wartawan, di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (12/1/2009).
"Iya belum dibayar. Kemarin itu hanya karena SPBU takut rui saja dan kami ada masalah kompensasi itu dibayar kapan," katanya.
Namun kini Adib mengaku pihaknya tidak khawatir lagi karena masalah kompensasi sudah jelas. Penebusan BBM yang dilakukan SPBU pun berjalan lancar.
"Nggak. Hari ini lancar semua. Tebusan juga normal," jelasnya.
Mengenai pembayaran kompensasi dari penurunan BBM yang ketiga tersebut, Adib menyerahkannya kepada pemerintah dengan Pertamina.
"Jadi gini, biasanya kan pertamina yang bayar. Nanti ini pada h-2 atau h-1 kita boleh tebus dengan harga baru. Berarti kompensasi sudah terbayar disitu, terpotong disitu, itu nanti dihitung sama subsidi."
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal menjelaskan pihaknya akan segera membayar penunggakan pembayaran kompensasi oleh Pertamina. "Sabar nanti kita bayar," katanya dalam pesan singkatnya.
(epi/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
