Diskon Tarif Daya Max Berlaku Mulai Tagihan Januari
Senin, 12/01/2009 19:40 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Penurunan Tarif Daya Max akan mulai berlaku untuk rekening Januari 2009. Jika biasanya tarif Daya Max mencapai 4 kali tarif listrik biasa, maka selanjutnya hanya 3 kali lipat saja.
Demikian disampaikan Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (12/1/2009).
"Mencabut sebagian tarif Daya Max yang berlaku untuk penagihan rekening bulan Januari 2009. Biasanya tarif Daya Max mencapai 4 kali lipat tarif listrik biasa, maka selanjutnya kan menjadi hanya 3 kali lipat saja," katanya.
Diskon tarif daya Max ini berlaku pada beban puncak bagi pelanggan industri I-3 dengan daya sambung 201 KVA-30 MVA dan industri I-4 dengan daya sambung lebih besar dari 30 MVA.
Pemerintah berharap, penurunan tarif Daya Max ini akan menurunkan biaya listrik industri rata-rata 8%. Biaya listrik industri akan turun lebih besar lagi, hingga sekitar 12-15% bagi kegiatan industri tertentu seperti tekstil, sintetis, baja, semen, kimia.
"Kalau untuk industri atau kegiatan usaha yang memakai padat energi secara lebih besar dalam 24 jam seperti industri tekstil, baja serat sintetis, semen, kimia, yang memiliki operasi sampai dengan 24 jam sehari, dengan adanya penuruann itu biaya listriknya bisa dihemat antara 12% hingga 15%," katanya.
(lih/qom)
Demikian disampaikan Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (12/1/2009).
"Mencabut sebagian tarif Daya Max yang berlaku untuk penagihan rekening bulan Januari 2009. Biasanya tarif Daya Max mencapai 4 kali lipat tarif listrik biasa, maka selanjutnya kan menjadi hanya 3 kali lipat saja," katanya.
Diskon tarif daya Max ini berlaku pada beban puncak bagi pelanggan industri I-3 dengan daya sambung 201 KVA-30 MVA dan industri I-4 dengan daya sambung lebih besar dari 30 MVA.
Pemerintah berharap, penurunan tarif Daya Max ini akan menurunkan biaya listrik industri rata-rata 8%. Biaya listrik industri akan turun lebih besar lagi, hingga sekitar 12-15% bagi kegiatan industri tertentu seperti tekstil, sintetis, baja, semen, kimia.
"Kalau untuk industri atau kegiatan usaha yang memakai padat energi secara lebih besar dalam 24 jam seperti industri tekstil, baja serat sintetis, semen, kimia, yang memiliki operasi sampai dengan 24 jam sehari, dengan adanya penuruann itu biaya listriknya bisa dihemat antara 12% hingga 15%," katanya.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
