Tarif Tidak Wajar, KPPU akan Usut Angkutan Umum
Kamis, 15/01/2009 15:26 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mengusut tarif angkutan umum dan barang yang belum juga turun meski harga BBM sudah turun hingga tiga kali. KPPU pun siap memanggil pihak-pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya kelangkaan sejumlah barang.
Demikian disampaikan Ketua KPPU yang baru, Benny Pasaribu dalam keterangan pers di KPPU, Jakarta, Kamis (15/1/2009).
Angkutan umum merupakan salah satu dari sejumlah komoditas dan jasa yang akan diinventarisir harganya karena dinilai tidak wajar.
"Kami akan inventarisir harga jual sekor komoditas yang saat ini tingkat harganya tidak wajar. Termasuk ongkos angkutan umum, baik pesawat, bis dan sebagainya. Seharusnya yang pakai BBM harganya turun juga," katanya.
Benny juga meminta agar asosiasi tidak mencampuri penetapan harga jual komoditas dan jasa. Hal ini karena tujuan pembentukan asosiasi memang bukan masalah penetapan harga.
"Seharusnya kalau biaya produksi sudah turun, mereka berlomba-lomba turunkan harga. Kalau tidak turun patut diduga, nanti kita panggil," katanya.
Selain mengusut ketidakwajaran harga jual berbagai produk dan jasa, KPPU juga akan mengusut tingkat pelayanan yang tidak wajar.
"Seperti menimbun stok sehingga terjadi kelangkaan, ini pelayanan yang amburadul. Ekonomi Indonesia seharusnya tidak seperti ini," katanya.
Benny menambahkan, KPPU akan mengecek sektor industri mana saja yang mengalami kelangkaan sehingga mengorbankan kepentingan bersama.
"Dua hal pertama (tarif angkutan umum dan kelangkaan) ini sebenarnya termasuk praktik monopoli yang tidak wajar seperti diamanatkan dalam UU," katanya.
Selain itu, KPPU juga akan menangani secara khusus praktik monopoli yang dilakukan oleh BUMN. Anggapan selama ini bahwa monopoli swasta adalah yang paling menyusahkan, ternyata belum tentu benar.
"Tapi justru sekarang ini monopoli BUMN paling parah," katanya.
Hal keempat yang akan menjadi fokus KPPU ke depan adalah persekongkolan dalam tender. KPPU akan fokus ke hal ini dengan tujuan untuk mengamankan keuangan negara.
"Agar jangan tercercer. Untuk mengeceknya, kita akan kerjasama dengan Kepolisian, Kejaksaan, KPK, dan MA," katanya.
(lih/ir)
Demikian disampaikan Ketua KPPU yang baru, Benny Pasaribu dalam keterangan pers di KPPU, Jakarta, Kamis (15/1/2009).
Angkutan umum merupakan salah satu dari sejumlah komoditas dan jasa yang akan diinventarisir harganya karena dinilai tidak wajar.
"Kami akan inventarisir harga jual sekor komoditas yang saat ini tingkat harganya tidak wajar. Termasuk ongkos angkutan umum, baik pesawat, bis dan sebagainya. Seharusnya yang pakai BBM harganya turun juga," katanya.
Benny juga meminta agar asosiasi tidak mencampuri penetapan harga jual komoditas dan jasa. Hal ini karena tujuan pembentukan asosiasi memang bukan masalah penetapan harga.
"Seharusnya kalau biaya produksi sudah turun, mereka berlomba-lomba turunkan harga. Kalau tidak turun patut diduga, nanti kita panggil," katanya.
Selain mengusut ketidakwajaran harga jual berbagai produk dan jasa, KPPU juga akan mengusut tingkat pelayanan yang tidak wajar.
"Seperti menimbun stok sehingga terjadi kelangkaan, ini pelayanan yang amburadul. Ekonomi Indonesia seharusnya tidak seperti ini," katanya.
Benny menambahkan, KPPU akan mengecek sektor industri mana saja yang mengalami kelangkaan sehingga mengorbankan kepentingan bersama.
"Dua hal pertama (tarif angkutan umum dan kelangkaan) ini sebenarnya termasuk praktik monopoli yang tidak wajar seperti diamanatkan dalam UU," katanya.
Selain itu, KPPU juga akan menangani secara khusus praktik monopoli yang dilakukan oleh BUMN. Anggapan selama ini bahwa monopoli swasta adalah yang paling menyusahkan, ternyata belum tentu benar.
"Tapi justru sekarang ini monopoli BUMN paling parah," katanya.
Hal keempat yang akan menjadi fokus KPPU ke depan adalah persekongkolan dalam tender. KPPU akan fokus ke hal ini dengan tujuan untuk mengamankan keuangan negara.
"Agar jangan tercercer. Untuk mengeceknya, kita akan kerjasama dengan Kepolisian, Kejaksaan, KPK, dan MA," katanya.
(lih/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
