Pemerintah Kaji Perubahan Bentuk Alpha
Jumat, 16/01/2009 12:07 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji perubahan bentuk alpha atau marjin distribusi BBM bersubsidi yang diberikan ke distributor. Bentuk alpha bisa tetap presentase seperti sekarang atau berubah menjadi nominal.
Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo dalam konferensi pers mengenai status blok Natuna D Alpha, di Kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (17/1/2009).
"Kita sudah mulai diskusi, apakah alpha ini dalam bentuk persen atau bentuk nominal," ujarnya.
Jika menggunakan persentase, imbuh Evita, maka marjin yang didapat distributor BBM subsidi bisa berubah-ubah tergantung pada fluktuasi harga minyak dunia. Sementara jika menggunakan nominal, maka marjin yang didapat akan tetap, berapapun harga minyak.
"Kalau nominal maka akan menggunakan crude tertentu. Jadi tergantung crudenya berapa. Tapi sekarang kan belum ditetapkan crudenya," jelas Evita.
Selain itu, Evita menjelaskan pihaknya telah mengajukan usulan kisaran harga ICP kepada Depkeu. Kisaran harga yang dipakai adalah pertengahan antara harga minyak mentah jenis Brent dan Nymex.
"Kami usulkan range mengenai harga ICP. Hitungan kami antara harga brent dan Nymax jadi antara US$ 40-60 per barel," ujar Evita.
Seperti diketahui, Menkeu sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani sudah menyatakan asumsi ICP dalam APBNP yang akan diajukan ke DPR adalah sebesar US$ 45 per barel.
(epi/lih)
Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo dalam konferensi pers mengenai status blok Natuna D Alpha, di Kantor Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (17/1/2009).
"Kita sudah mulai diskusi, apakah alpha ini dalam bentuk persen atau bentuk nominal," ujarnya.
Jika menggunakan persentase, imbuh Evita, maka marjin yang didapat distributor BBM subsidi bisa berubah-ubah tergantung pada fluktuasi harga minyak dunia. Sementara jika menggunakan nominal, maka marjin yang didapat akan tetap, berapapun harga minyak.
"Kalau nominal maka akan menggunakan crude tertentu. Jadi tergantung crudenya berapa. Tapi sekarang kan belum ditetapkan crudenya," jelas Evita.
Selain itu, Evita menjelaskan pihaknya telah mengajukan usulan kisaran harga ICP kepada Depkeu. Kisaran harga yang dipakai adalah pertengahan antara harga minyak mentah jenis Brent dan Nymex.
"Kami usulkan range mengenai harga ICP. Hitungan kami antara harga brent dan Nymax jadi antara US$ 40-60 per barel," ujar Evita.
Seperti diketahui, Menkeu sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani sudah menyatakan asumsi ICP dalam APBNP yang akan diajukan ke DPR adalah sebesar US$ 45 per barel.
(epi/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 19:54 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:08 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
