Pertumbuhan Tax Ratio 2008 di Atas Rata-rata Tahunan
Rabu, 21/01/2009 12:53 WIB
Foto: Dadan K/detikFinance
Jakarta - Pertumbuhan tax ratio (rasio penerimaan perpajakan terhadap PDB) di tahun 2008 berhasil mencapai lebih dari 1%. Pertumbuhan tax ratio di 2008 ini di atas rata-rata per tahun.
Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pajak Darmin Nasution usai acara "Kampanye Sunset Policy" bersama partai-partai politik di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (21/1/2009).
"Kita itu sejarahnya pertambahan tax ratio rata-rata 0,5-0,6% per tahun, kecuali tahun 2008 yang lebih dari 1%," tandasnya.
Tax ratio merupakan ukuran dari penerimaan perpajakan, baik pajak pusat, pajak daerah dan penerimaan bea dan cukai terhadap PDB. Darmin mengatakan pemerintah terus mengejar target tax ratio hingga mencapai 20% dari PDB, karena jika tercapai bisa menambahkan penerimaan perpajakan senilai Rp 200 triliun.
"Total tax ratio saat ini semua sudah 16% dari PDB. Artinya selisihnya ada 4% untuk capai 20%. Dengan tax ratio 20% kita tidak perlu menambah utang sepanjang kita tidak terlalu bernafsu untuk membuat APBN dengan anggaran yang besar. Selama ini kita pinjamnya tidak sampai Rp 200 triliun," tuturnya.
Darmin menuturkan jika tax ratio capai 20%, kalaupun pemerintah menarik pinjaman, pinjaman tersebut ditarik bukan karena kebutuhan. Tapi pinjaman yang dikeluarkan dalam bentuk obligasi negara guna menjaga agar pasar obligasi berjalan.
Namun Darmin mengatakan sulit untuk mencapai target tax ratio 20% dari PDB pada tahun 2009 atau 2010. Bahkan pada 2009 ini Darmin mengatakan karena kondisi krisis ekonomi global yang mempengaruhi penerimaan pajak, pertumbuhan tax ratio bahkan bisa di bawah 0,3%.
"Kalau kondisi ekonomi normal itu tax ratio 20% bisa dicapai dalam 4 tahun, kalau krisis bisa 4 sampai 8 tahun," tukasnya.
(dnl/qom)
Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pajak Darmin Nasution usai acara "Kampanye Sunset Policy" bersama partai-partai politik di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (21/1/2009).
"Kita itu sejarahnya pertambahan tax ratio rata-rata 0,5-0,6% per tahun, kecuali tahun 2008 yang lebih dari 1%," tandasnya.
Tax ratio merupakan ukuran dari penerimaan perpajakan, baik pajak pusat, pajak daerah dan penerimaan bea dan cukai terhadap PDB. Darmin mengatakan pemerintah terus mengejar target tax ratio hingga mencapai 20% dari PDB, karena jika tercapai bisa menambahkan penerimaan perpajakan senilai Rp 200 triliun.
"Total tax ratio saat ini semua sudah 16% dari PDB. Artinya selisihnya ada 4% untuk capai 20%. Dengan tax ratio 20% kita tidak perlu menambah utang sepanjang kita tidak terlalu bernafsu untuk membuat APBN dengan anggaran yang besar. Selama ini kita pinjamnya tidak sampai Rp 200 triliun," tuturnya.
Darmin menuturkan jika tax ratio capai 20%, kalaupun pemerintah menarik pinjaman, pinjaman tersebut ditarik bukan karena kebutuhan. Tapi pinjaman yang dikeluarkan dalam bentuk obligasi negara guna menjaga agar pasar obligasi berjalan.
Namun Darmin mengatakan sulit untuk mencapai target tax ratio 20% dari PDB pada tahun 2009 atau 2010. Bahkan pada 2009 ini Darmin mengatakan karena kondisi krisis ekonomi global yang mempengaruhi penerimaan pajak, pertumbuhan tax ratio bahkan bisa di bawah 0,3%.
"Kalau kondisi ekonomi normal itu tax ratio 20% bisa dicapai dalam 4 tahun, kalau krisis bisa 4 sampai 8 tahun," tukasnya.
(dnl/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
