Rasionalisasi Direksi BEI Diputuskan Pekan Ini
Selasa, 27/01/2009 13:49 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Rencana rasionalisasi susunan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan akan diperoleh pekan ini. Saat ini masih menunggu masukan dari dewan komisaris bursa dan pelaku pasar.
"Kita harapkan kepastian soal rasionalisasi susunan direksi BEI pekan ini," ujar Ketua Bapepam Fuad Rahmany usai acara peluncuran Indeks Bisnis 27 di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Selasa (27/1/2009).
Menurut Fuad, Bapepam sedang melakukan pembahasan mengenai rencana tersebut dengan pelaku pasar. Bapepam juga sedang menunggu masukan dari BEI soal itu.
"Kita sedang membahas mengenai ini dengan dewan komisaris. Kita tunggu masukan mereka," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah.
Pekan lalu, Kabiro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Bapepam Robinson Simbolon mengatakan, Bapepam memang sedang mengkaji rasionalisasi susunan direksi BEI.
"Bapepam sedang mengkaji mengubah jumlah susunan direksi BEI," ujar Robinson Jumat lalu.
Menurut Robinson, realisasinya masih menunggu respons dan masukan dari BEI. Jumlahnya pun masih dikaji.
"Bisa tetap 7 atau berubah menjadi 3 atau 5 direksi," ujar Robinson.
Rencana rasionalisasi susunan direksi BEI tersebut akan dimasukkan dalam draft revisi peraturan Bapepam mengenai struktur organisasi BEI.
Sehubungan dengan itu, Erry mengatakan BEI masih membahas jumlah susunan direksi dengan dewan komisaris.
"Jumlahnya mungkin 5 atau 6. Kalau 7 terlalu banyak," ujar Erry.
(dro/ir)
"Kita harapkan kepastian soal rasionalisasi susunan direksi BEI pekan ini," ujar Ketua Bapepam Fuad Rahmany usai acara peluncuran Indeks Bisnis 27 di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Selasa (27/1/2009).
Menurut Fuad, Bapepam sedang melakukan pembahasan mengenai rencana tersebut dengan pelaku pasar. Bapepam juga sedang menunggu masukan dari BEI soal itu.
"Kita sedang membahas mengenai ini dengan dewan komisaris. Kita tunggu masukan mereka," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah.
Pekan lalu, Kabiro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Bapepam Robinson Simbolon mengatakan, Bapepam memang sedang mengkaji rasionalisasi susunan direksi BEI.
"Bapepam sedang mengkaji mengubah jumlah susunan direksi BEI," ujar Robinson Jumat lalu.
Menurut Robinson, realisasinya masih menunggu respons dan masukan dari BEI. Jumlahnya pun masih dikaji.
"Bisa tetap 7 atau berubah menjadi 3 atau 5 direksi," ujar Robinson.
Rencana rasionalisasi susunan direksi BEI tersebut akan dimasukkan dalam draft revisi peraturan Bapepam mengenai struktur organisasi BEI.
Sehubungan dengan itu, Erry mengatakan BEI masih membahas jumlah susunan direksi dengan dewan komisaris.
"Jumlahnya mungkin 5 atau 6. Kalau 7 terlalu banyak," ujar Erry.
(dro/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
