EBA Perdana Akhirnya Diterbitkan
Jumat, 30/01/2009 08:08 WIB
(Foto: Wahyu-detikFinance)
Jakarta - Setelah menunggu selama 12 tahun sejak aturan Efek Beragun Aset (EBA) diterbitkan tahun 1997, akhirnya pasar modal Indonesia memiliki produk EBA yang benar-benar diterbitkan dan telah mendapat pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK).
Bapepam akhirnya mengizinkan penerbitan EBA untuk pertama kalinya dengan produk bernama Efek Beragun Aset Danareksa SMF I – KPR BTN.
Pernyataan efektif Bapepam itu keluar pada 29 Januari 2009 melalui surat No: S-647/BL/2009. Surat tersebut berisi pernyataan efektif untuk produk investasi baru berbasis sekuritisasi dengan menggunakan wadah Kontrak Investasi Kolektif yaitu Efek Beragun Aset Danareksa SMF I – KPR BTN.
EBA tersebut diterbitkan oleh PT Danareksa Investment Management selaku Manager Investasi yang berfungsi sebagai pengelola dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) selaku Bank Kustodian yang berfungsi sebagai penyimpan portofolio efek.
Pihak lain yang turut menunjang suksesnya penerbitan produk ini adalah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang bertindak sebagai global koordinator dan pembeli siaga.
EBA SMF I – KPR BTN, menggunakan underlying aset berupa kumpulan tagihan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terpilih dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) dengan nilai Rp 111,111 miliar yang berasal dari 5.060 debitor. Dengan menggunakan konteks Kontrak Investasi Kolektif sebagai wadahnya.
"12 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kelahiran sebuah produk, namun dengan upaya yang terus menerus bersama pelaku pasar, akhirnya kita boleh berbangga bahwa pada akhirnya pasar modal kita memiliki produk ini," ujar Kabiro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK, Djoko Hendratto, Jumat (30/1/2009).
Bapepam berharap dengan hadirnya produk investasi baru ini, bukan saja akan memperkaya alternatif investasi bagi para investor kita tetapi juga dapat menjadi sarana untuk ikut serta mengembangkan sektor riil melalui pembiayaan pasar modal.
"Bagi para Manager Investasi, hal ini dapat dijadikan momentum untuk lebih kreatif dalam mengembangkan produk-produk investasi baru yang akan memperkaya pasar modal Indonesia," ujar Djoko.
EBA merupakan Efek yang diterbitkan oleh Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial, pemberian kredit kepemilikan rumah atau apartemen, Efek bersifat hutang yang dijamin Pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit, serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut.
(ir/ir)
Bapepam akhirnya mengizinkan penerbitan EBA untuk pertama kalinya dengan produk bernama Efek Beragun Aset Danareksa SMF I – KPR BTN.
Pernyataan efektif Bapepam itu keluar pada 29 Januari 2009 melalui surat No: S-647/BL/2009. Surat tersebut berisi pernyataan efektif untuk produk investasi baru berbasis sekuritisasi dengan menggunakan wadah Kontrak Investasi Kolektif yaitu Efek Beragun Aset Danareksa SMF I – KPR BTN.
EBA tersebut diterbitkan oleh PT Danareksa Investment Management selaku Manager Investasi yang berfungsi sebagai pengelola dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) selaku Bank Kustodian yang berfungsi sebagai penyimpan portofolio efek.
Pihak lain yang turut menunjang suksesnya penerbitan produk ini adalah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang bertindak sebagai global koordinator dan pembeli siaga.
EBA SMF I – KPR BTN, menggunakan underlying aset berupa kumpulan tagihan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terpilih dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) dengan nilai Rp 111,111 miliar yang berasal dari 5.060 debitor. Dengan menggunakan konteks Kontrak Investasi Kolektif sebagai wadahnya.
"12 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk kelahiran sebuah produk, namun dengan upaya yang terus menerus bersama pelaku pasar, akhirnya kita boleh berbangga bahwa pada akhirnya pasar modal kita memiliki produk ini," ujar Kabiro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK, Djoko Hendratto, Jumat (30/1/2009).
Bapepam berharap dengan hadirnya produk investasi baru ini, bukan saja akan memperkaya alternatif investasi bagi para investor kita tetapi juga dapat menjadi sarana untuk ikut serta mengembangkan sektor riil melalui pembiayaan pasar modal.
"Bagi para Manager Investasi, hal ini dapat dijadikan momentum untuk lebih kreatif dalam mengembangkan produk-produk investasi baru yang akan memperkaya pasar modal Indonesia," ujar Djoko.
EBA merupakan Efek yang diterbitkan oleh Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial, pemberian kredit kepemilikan rumah atau apartemen, Efek bersifat hutang yang dijamin Pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit, serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
