detikfinance

Pertamina Belum Bayar Kompensasi SPBU

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Senin, 02/02/2009 16:11 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Hingga kini Pertamina belum membayar kompensasi penurunan harga BBM bersubsidi sejak 15 Desember 2008 yang mencapai miliaran rupiah. Pengusaha SPBU pun mulai gerah karena Pertamina terus saja berjanji.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) M Nur Adib saat dihubungi wartawan, Senin (2/2/2009).
 
"Kompensasi penurunan BBM 15 Desember (2008) belum dibayarkan Pertamina, padahal kami sudah rutin menanyakannya kepada Pertamina," kata Nur Adib.
 
Nur Adib menyatakan, dalam pertemuannya dengan Pertamina pada Sabtu (31/1/2009) lalu, Pertamina berjanji akan segera membayarkannya.

"Kemarin Sabtu kami sudah rapat lagi. Katanya akan segera dibayarkan karena sekarang sedang diurus di Kementerian BUMN,"  jelas Nur Adib.



Saat ditanya soal besaran kompensasi tersebut, Nur Adib enggan menyebutkan angka. "Saya lupa angka pastinya, tapi yang jelas miliaran rupiah," tandasnya.

Sementara VP Communications Pertamina Anang Rizkani Noor menyatakan, masalah pembayaran kompensasi ke SPBU hingga kini masih dalam proses."Pemabayaran kompensasi masih dalam proses dan kami masih berkoordinasi dengan pemerintah," katanya.


(epi/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.