Bank Mega Bidik 700.000 Pemegang Kartu Kredit
Senin, 09/02/2009 13:43 WIB
Foto: Dok detikFinance
Jakarta - Bank Mega mentargetkan total pemegang kartu kredit sampai akhir tahun 2009 mencapai 700 ribu orang. Dengan begitu maka akan ada peningkatan sebanyak 200.000 kartu kredit yang harus berhasil dipasarkan pada tahun ini.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Retail Banking Bank Mega Kostaman Thayib ketika ditemui usai acara penandatanganan MoU dengan Mandala Airlines di Gedung Bank Mega, Jakarta, Senin (9/2/2009).
"Sampai saat ini pemegang kartu kredit (Mega Visa) mencapai 500.000 kartu kredit, outstanding kartu kreditnya Bank Mega sebesar Rp 1 triliun, dan target sampai akhir tahun 2009 akan mencapai 700.000 card holder," ujarnya.
Kostaman mengatakan, potensi pemasaran kartu kredit di Indonesia masih sangat besar, sehingga bisnis di kartu kredit masih bisa dikembangkan.
"Saat ini pemegang kartu kredit hanya berada di kota besar bagian barat, maka kami tetap melihat kartu kredit di bagian Timur, menurut kami potensi kedepannya bagi Bank Mega cukup baik dan marketnya bagus di kartu kredit," katanya.
Untuk mendukung bisnisnya, maka di tahun 2009, Bank Mega akan menambah 200 kantor cabang di Indonesia bagian Timur sehingga total kantor cabang Bank Mega mencapai 500 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Hingga pertengahan tahun 2009 ini, jelas Kostaman, Bank Mega akan menambah 50 kantor cabang baru dan akan mencapai 500 jaringan kantor di akhir tahun 2012.
Kostaman mengatakan dengan adanya krisis global dan juga gejala PHK yang terjadi saat ini, perseroan memprediksikan NPL untuk kartu kredit akan meningkat, namun tidak akan lebih dari 1%.
Bank Mega Fokus Di UMKM dan Komersil
Di tengah ancaman krisis keuangan global yang saat ini terjadi, Bank Mega akan fokus kepada kredit di sektor UMKM dan komersil. "Sektor ini selalu tahan terhadap krisis, dan NPL-nya kecil, suku bunga akan turun, baik dana (funding) maupun kredit," ujar Kostaman.
Kostaman mengatakan untuk NPL di sektor UMKM Bank Mega saat ini masih di bawah 1%. "Insentif dari BI ke UMKM merupakan tujuan yang baik dari pemerintah, tidak distop. Bila kredit distop maka growth ekonomi akan berkurang, ketentuan BI akan mendorong kucuran kredit perbankan kepada UMKM," pungkasnya.
(dnl/lih)
Hal ini dikatakan oleh Direktur Retail Banking Bank Mega Kostaman Thayib ketika ditemui usai acara penandatanganan MoU dengan Mandala Airlines di Gedung Bank Mega, Jakarta, Senin (9/2/2009).
"Sampai saat ini pemegang kartu kredit (Mega Visa) mencapai 500.000 kartu kredit, outstanding kartu kreditnya Bank Mega sebesar Rp 1 triliun, dan target sampai akhir tahun 2009 akan mencapai 700.000 card holder," ujarnya.
Kostaman mengatakan, potensi pemasaran kartu kredit di Indonesia masih sangat besar, sehingga bisnis di kartu kredit masih bisa dikembangkan.
"Saat ini pemegang kartu kredit hanya berada di kota besar bagian barat, maka kami tetap melihat kartu kredit di bagian Timur, menurut kami potensi kedepannya bagi Bank Mega cukup baik dan marketnya bagus di kartu kredit," katanya.
Untuk mendukung bisnisnya, maka di tahun 2009, Bank Mega akan menambah 200 kantor cabang di Indonesia bagian Timur sehingga total kantor cabang Bank Mega mencapai 500 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Hingga pertengahan tahun 2009 ini, jelas Kostaman, Bank Mega akan menambah 50 kantor cabang baru dan akan mencapai 500 jaringan kantor di akhir tahun 2012.
Kostaman mengatakan dengan adanya krisis global dan juga gejala PHK yang terjadi saat ini, perseroan memprediksikan NPL untuk kartu kredit akan meningkat, namun tidak akan lebih dari 1%.
Bank Mega Fokus Di UMKM dan Komersil
Di tengah ancaman krisis keuangan global yang saat ini terjadi, Bank Mega akan fokus kepada kredit di sektor UMKM dan komersil. "Sektor ini selalu tahan terhadap krisis, dan NPL-nya kecil, suku bunga akan turun, baik dana (funding) maupun kredit," ujar Kostaman.
Kostaman mengatakan untuk NPL di sektor UMKM Bank Mega saat ini masih di bawah 1%. "Insentif dari BI ke UMKM merupakan tujuan yang baik dari pemerintah, tidak distop. Bila kredit distop maka growth ekonomi akan berkurang, ketentuan BI akan mendorong kucuran kredit perbankan kepada UMKM," pungkasnya.
(dnl/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
