Waspadai Dumping Sepatu China!
Rabu, 11/02/2009 07:20 WIB
Aneka Sepatu Lokal (Foto: Epi/detikcom)
Jakarta - Kalangan produsen sepatu lokal mewaspadai strategi dumping produk-produk sepatu asal China yang diperkirakan akan menerapkan harga lebih murah hingga 33% dari produk lokal.
Harga yang murah itu tidak terlepas dari penerapan kenaikan besaran potongan pajak (tax rebate) sebesar 17% oleh pemerintah China.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, saat ditemui di gedung Departemen Perindustrian, Selasa (10/2/2009) petang.
"Mereka akan melakukan strategi banting harga, mereka memang rugi, tapi bisa untung karena ada tax rebate," ujar Eddy.
Eddy memperkirakan membanjirnya produk sepatu asal China memungkinkan terjadi pada 2 bulan kedepan ketika permintaan sepatu dalam negeri mulai menanjak (high season). Pola masuknya produk dumping sepatu asal China bisa bermacam-macam mulai dari pelarian nomor HS, penyelundupan pelabuhan tikus dan lain-lain.
Jika kondisi ini terjadi, menurut Eddy, produsen sepatu dalam negeri akan semakin terpuruk yang berujung pada pemangkasan produksi karena produk dalam negeri tak kuasa menahan serbuan produk sepatu asal China.
"Perkiraan saya angkanya bisa mencapai 227 juta pasang, dengan asumsi 60% adalah produk impor dari konsumsi sepatu dalam negeri, dengan nilai US$ 600 juta," katanya.
Untuk itu, ia mengharapkan agar penerapan pengetatan impor untuk 5 produk tertentu bisa ketat dilaksanakan agar celah produk dumping sepatu asal China bisa ditekan.
Sementara itu Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari mengakui efek dumping bagi produk sepatu dalam negeri
akan membuat daya saing produk sepatu lokal semakin tergerus.
Bahkan Ansari menambahkan fenomena produk dumping asal China bukan hanya mengancam produk sepatu lokal namun sudah menghantam produk dalam negeri lainnya seperti produk baja, terigu dan lain-lain.
"Memang sekecil apapun selisih harga, mau tidak mau akan membuat produk dalam negeri akan kalah bersaing," ucap Ansari.
(hen/qom)
Harga yang murah itu tidak terlepas dari penerapan kenaikan besaran potongan pajak (tax rebate) sebesar 17% oleh pemerintah China.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko, saat ditemui di gedung Departemen Perindustrian, Selasa (10/2/2009) petang.
"Mereka akan melakukan strategi banting harga, mereka memang rugi, tapi bisa untung karena ada tax rebate," ujar Eddy.
Eddy memperkirakan membanjirnya produk sepatu asal China memungkinkan terjadi pada 2 bulan kedepan ketika permintaan sepatu dalam negeri mulai menanjak (high season). Pola masuknya produk dumping sepatu asal China bisa bermacam-macam mulai dari pelarian nomor HS, penyelundupan pelabuhan tikus dan lain-lain.
Jika kondisi ini terjadi, menurut Eddy, produsen sepatu dalam negeri akan semakin terpuruk yang berujung pada pemangkasan produksi karena produk dalam negeri tak kuasa menahan serbuan produk sepatu asal China.
"Perkiraan saya angkanya bisa mencapai 227 juta pasang, dengan asumsi 60% adalah produk impor dari konsumsi sepatu dalam negeri, dengan nilai US$ 600 juta," katanya.
Untuk itu, ia mengharapkan agar penerapan pengetatan impor untuk 5 produk tertentu bisa ketat dilaksanakan agar celah produk dumping sepatu asal China bisa ditekan.
Sementara itu Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari mengakui efek dumping bagi produk sepatu dalam negeri
akan membuat daya saing produk sepatu lokal semakin tergerus.
Bahkan Ansari menambahkan fenomena produk dumping asal China bukan hanya mengancam produk sepatu lokal namun sudah menghantam produk dalam negeri lainnya seperti produk baja, terigu dan lain-lain.
"Memang sekecil apapun selisih harga, mau tidak mau akan membuat produk dalam negeri akan kalah bersaing," ucap Ansari.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
