detikfinance

PPA Kucuri PT PAL US$ 11 Juta Akhir Februari

Angga Aliya ZRF - detikfinance
Rabu, 18/02/2009 09:36 WIB
Foto: dok PPA
Jakarta - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan mengucurkan pinjaman bantuan sebesar US$ 11 juta bagi PT PAL Indonesia. Dana sebesar itu merupakan awal dari kucuran pinjaman senilai US$ 40-45 juta untuk menyehatkan BUMN tersebut.

Demikian hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT PAL Harsusanto di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (17/2/2009) malam.

"Sebelum dia (PPA) bisa menyelamatkan PT PAL, dia mesti mengikuti beberapa peraturan yang sudah ditetapkan dalam PP. Ini dalam rangka tertib administrasi jadi mesti ada satu-dua dokumen yang dipersiapkan. Tapi ada time frame, sebelum akhir bulan ini sudah jalan penyelamatannya," katanya.

Total dana yang disiapkan PPA tersebut jumlahnya lebih kecil dari rencana awal yang sebesar US$ 60 juta. Menurutnya, angka tersebut berubah setelah perseroan dapat menarik pembayaran kapal di muka pada saat kontrak.

Biasanya, perusahaan plat merah itu selalu mendapat pembayaran di akhir, atau setelah pesanan kapal kliennya diserahkan. Sehingga otomatis kebutuhan dananya bisa berkurang.

"Ada sekitar 8 kapal yang bisa diatur bayar di depan. Nilainya sekitar US$ 8-10 juta. Kita sudah negosiasi ketat dengan mereka, sampai akhirnya mereka mau bayar di muka," jelasnya.

Ia mengatakan, sesuai dengan permintaan dari PAL, pinjaman tersebut akan dikembalikan dalam jangka waktu dua hingga enam tahun. Mengenai bunganya, masih akan dibahas kembali bersama PPA.

Ia menambahkan, selain bantuan dana dari PPA, perseroan bersama PPA juga akan mengkaji kemungkinan untuk mencari pinjaman perbankan.

"Saya kira ini modal yang bagus, dan bank BUMN kan lebih dari satu jadi semua berdiskusi bagaimana menyelematkan PAL dengan kaidah-kaidah yang professional," ujarnya.

Suntikan dana tersebut akan digunakan BUMN perkapalan tersebut untuk melakukan costum clearance, modal kerja di bisnis kapal dan non kapal seperti perbaikan dan perawatan. Sekitar 60-65 persen dari suntikan dana itu dipakai untuk modal kerja, sedangkan sisanya untuk custom clearance dan kewajiban lain.

(ang/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.