Pemilik NPWP Capai 11,8 Juta
Rabu, 18/02/2009 11:37 WIB
Jakarta - Pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) hingga kini telah mencapai 11,8 juta orang. Ditjen Pajak melihat ada potensi pemilik NPWP bisa mencapai 22-25 juta.
"Jadi kita harus bekerja keras untuk meraih sisanya, melalui kampanye, melayani lebih baik, meng-enforce lebih luas dengan metode yang lebih efisien," ujar Direktur penyuluhan, pelayanan dan humas Ditjen Pajak, Djoko Slamet Suryoputro.
Ia menyampaikan hal itu disela-sela sosialisasi perpajakan dan Sunset Policy di lingkungan komunitas hobi, olahraga dan sosial oleh Ditjen Pajak di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (18/02/2009).
Untuk mencapainya, Ditjen Pajak meneruskan upaya ekstensifikasi melalui sosialisasi, mendatangi kelompok-kelompok termasuk memasang pojok pajak di mal-mal dan mobil pajak.
Dan pada hari ini, kantor pajak memberikan penyuluhan untuk komunitas. Menurut Djoko, penyuluhan kepada komunitas ini dilalukan karena mereka adalah pembayar pajak mengingat pendapatannya yang melebihi batas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP). Selain itu, umumnya komunitas memiliki eksklusivitas sehingga mudah untuk memberikan penyuluhan.
"Misalnya hobi memakai kendaraan eksklusif. Kalau eksklusif, tentunya itu sudah potensi untuk bayar NPWP dan bayar pajak. Mereka kan pasti punya anggota yang sangat banyak dan punya keeratan, satu tersentuh, moga-moga menularkan ke yang lain," tambahnya.
Djoko mengakui, kesadaran masyarakat akan kewajiban pajak kini semakin membaik. Ditjen Pajak bahkan harus kewalahan menerima telepon dari masyarakat yang menanyakan berbagai hal tentang perpajakan.
"Telepon sampai nggak terjawab, karena kapasitas kita yang ada walaupun sudah banyak namun belum bisa menampung dari masyarakat. Itu kan tadinya nggak ada, sekarang ada 30 lines. Permulaan sepi, tapi sekarang itu orang sudah mulai bertanya. Kalau bertanya, kan berarti ingin tahu. Makanya kita dalam menjawab harus menjamin bahwa apa yang kita katakan benar dan terjadi dan orang yang kita layani nyaman," urai Djoko.
Yoga, salah seorang anggota Honda Tiger Owners Group (HOTG) mengakui bahwa sebagai calon wajib pajak, dirinya ingin mengetahui tentang mekanisme memperoleh NPWP. Menurut Yoga, sebanyak 85% anggota HTOG kini sudah memiliki NWP karena sudah bekerja.
(qom/ir)
"Jadi kita harus bekerja keras untuk meraih sisanya, melalui kampanye, melayani lebih baik, meng-enforce lebih luas dengan metode yang lebih efisien," ujar Direktur penyuluhan, pelayanan dan humas Ditjen Pajak, Djoko Slamet Suryoputro.
Ia menyampaikan hal itu disela-sela sosialisasi perpajakan dan Sunset Policy di lingkungan komunitas hobi, olahraga dan sosial oleh Ditjen Pajak di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (18/02/2009).
Untuk mencapainya, Ditjen Pajak meneruskan upaya ekstensifikasi melalui sosialisasi, mendatangi kelompok-kelompok termasuk memasang pojok pajak di mal-mal dan mobil pajak.
Dan pada hari ini, kantor pajak memberikan penyuluhan untuk komunitas. Menurut Djoko, penyuluhan kepada komunitas ini dilalukan karena mereka adalah pembayar pajak mengingat pendapatannya yang melebihi batas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP). Selain itu, umumnya komunitas memiliki eksklusivitas sehingga mudah untuk memberikan penyuluhan.
"Misalnya hobi memakai kendaraan eksklusif. Kalau eksklusif, tentunya itu sudah potensi untuk bayar NPWP dan bayar pajak. Mereka kan pasti punya anggota yang sangat banyak dan punya keeratan, satu tersentuh, moga-moga menularkan ke yang lain," tambahnya.
Djoko mengakui, kesadaran masyarakat akan kewajiban pajak kini semakin membaik. Ditjen Pajak bahkan harus kewalahan menerima telepon dari masyarakat yang menanyakan berbagai hal tentang perpajakan.
"Telepon sampai nggak terjawab, karena kapasitas kita yang ada walaupun sudah banyak namun belum bisa menampung dari masyarakat. Itu kan tadinya nggak ada, sekarang ada 30 lines. Permulaan sepi, tapi sekarang itu orang sudah mulai bertanya. Kalau bertanya, kan berarti ingin tahu. Makanya kita dalam menjawab harus menjamin bahwa apa yang kita katakan benar dan terjadi dan orang yang kita layani nyaman," urai Djoko.
Yoga, salah seorang anggota Honda Tiger Owners Group (HOTG) mengakui bahwa sebagai calon wajib pajak, dirinya ingin mengetahui tentang mekanisme memperoleh NPWP. Menurut Yoga, sebanyak 85% anggota HTOG kini sudah memiliki NWP karena sudah bekerja.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
