Menkeu: RI Tidak akan Menjadi Proteksionis
Rabu, 18/02/2009 22:49 WIB
Foto: Angga/detikcom
Jakarta - Dunia saat ini sedang dihinggapi latah melakukan program stimulus ekonomi yang bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan produk lokalnya masing-masing.
Termasuk Indonesia yang akan mengkampanyekan penggunaan produk lokal. Namun kampanye itu tidak lantas menjadikan Indonesia sebagai negara proteksionis.
Demikian disampaikan plt Menko Perekonomian dan Menkeu Sri Mulyani dalam pemaparannya di acara raker Departemen Perindustrian, Rabu malam (18/2/2009).
"Hari-hari ini dunia sedang dijangkiti finansial institusinya yang sedang sakit, ekonominya slowing down, industri turun, PHK naik, semua berlomba-lomba melakukan stimulus package untuk membeli produk dalam negeri," katanya.
Namun ia menegaskan, langkah Indonesia mengkampanyekan produk dalam negeri bukanlah upaya proteksionisme melainkan upaya waspada terhadap kondisi perkembangan dunia yang sedang berlangsung.
"Kita tidak menjadi prokteksionis tetapi we have waspada, tahun 2009 ini akan menjadi tantangan yang berat," ucapnya.
Sri Mulyani menjelaskan saat ini semua negara mulau memasang barikade karena mereka sudah tidak percaya diri terhadap dampak krisis dunia yang semakin parah.
"Kalau negara semua sakit, seperti depperin melakukan dorongan 2 hari lalu yaitu the return of economic nationalism pakai sepatu Indonesia, batik Indonesia, beli lah produk Indonesia, maka seluruh dunia pun sama. Hillary Clinton bilang pakailah produk Amerika, stimulus paket akan digunakan untuk membeli produk AS. Lalu Eropa marah, lalu ikut juga pakai produk Eropa jangan pakai produk lain," paparnya panjang lebar.
Ia mengingatkan bahwa dorongan penggunaan produk dalam negeri harus diimbangi oleh kualitas dan harga yang terjangkau sehingga dari konsumen bisa mendapatkan kenyamanan.
"China juga melakukan yang sama, kalau AS nggak beli, tapi seluruh dunia sudah pakai
produk China yah," selorohnya.
(hen/qom)
Termasuk Indonesia yang akan mengkampanyekan penggunaan produk lokal. Namun kampanye itu tidak lantas menjadikan Indonesia sebagai negara proteksionis.
Demikian disampaikan plt Menko Perekonomian dan Menkeu Sri Mulyani dalam pemaparannya di acara raker Departemen Perindustrian, Rabu malam (18/2/2009).
"Hari-hari ini dunia sedang dijangkiti finansial institusinya yang sedang sakit, ekonominya slowing down, industri turun, PHK naik, semua berlomba-lomba melakukan stimulus package untuk membeli produk dalam negeri," katanya.
Namun ia menegaskan, langkah Indonesia mengkampanyekan produk dalam negeri bukanlah upaya proteksionisme melainkan upaya waspada terhadap kondisi perkembangan dunia yang sedang berlangsung.
"Kita tidak menjadi prokteksionis tetapi we have waspada, tahun 2009 ini akan menjadi tantangan yang berat," ucapnya.
Sri Mulyani menjelaskan saat ini semua negara mulau memasang barikade karena mereka sudah tidak percaya diri terhadap dampak krisis dunia yang semakin parah.
"Kalau negara semua sakit, seperti depperin melakukan dorongan 2 hari lalu yaitu the return of economic nationalism pakai sepatu Indonesia, batik Indonesia, beli lah produk Indonesia, maka seluruh dunia pun sama. Hillary Clinton bilang pakailah produk Amerika, stimulus paket akan digunakan untuk membeli produk AS. Lalu Eropa marah, lalu ikut juga pakai produk Eropa jangan pakai produk lain," paparnya panjang lebar.
Ia mengingatkan bahwa dorongan penggunaan produk dalam negeri harus diimbangi oleh kualitas dan harga yang terjangkau sehingga dari konsumen bisa mendapatkan kenyamanan.
"China juga melakukan yang sama, kalau AS nggak beli, tapi seluruh dunia sudah pakai
produk China yah," selorohnya.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
