Penyesuaian Bea Masuk Bukan untuk Proteksi
Kamis, 19/02/2009 18:51 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - Penyesuaian tarif Bea Masuk (BM) untuk beberapa produk yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 19 tahun 2009 tidak bertujuan untuk memproteksi terhadap barang-barang luar negeri.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2009).
"Harmonisasi tarif itu jadwal sudah ada, tapi ada beberapa pengecualian. Pengecualiannya itu kan karena situasi. Tapi kita tidak menaikkan semata-mata untuk keperluan proteksi tapi untuk sifatnya sementara," tuturnya.
Anggito mengatakan kebijakan ini bertujuan untuk mengikuti jadwal harmonisasi tarif bea masuk di tingkat regional dalam 5 tahun ke depan.
"Pokoknya kita akan mengikuti jadwal kan sudah diumumkan harmonisasi itu sudah lima tahun dan dari jumlah 8.000 tarif hanya beberapa saja yang diberikan pengecualian. Tapi secara umum kita tetap mengikuti jadwal supaya itu menjadi acuan dan biaya masuk antar negara atau regional di bawah itu, kalau terlalu tinggi selisihnya akan menimbulkan distorsi," paparnya.
Sementara mengenai pertimbangan produk-produk tertentu seperti paku dan kawat yang tarif BM-nya dinaikkan dan kamera yang BM-nya diturunkan, Anggito mengatakan hal itu diterapkan bertujuan untuk perlindungan sementara agar produk domestik bisa tumbuh.
"Ada juga beberapa pertimbangan seperti kamera itu mungkin Jepang kan sudah punya agreement dengan kita yang paling besar kemudian ada ASEAN dan China," katanya.
Penurunan tarif pada produk tertentu seperti kamera dikatakan Anggito karena kalau tarif BM-nya tinggi akan menimbulkan disharmonisasi.
"Dan ada kebutuhan barang-barang tersebut karena itu barang kebutuhan pokok masyarakat supaya harganya murah di dalam negeri, jadi ada perhitungannya untuk masing-masing produk," pungkasnya.
(dnl/lih)
Hal ini dikatakan oleh Kepala Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2009).
"Harmonisasi tarif itu jadwal sudah ada, tapi ada beberapa pengecualian. Pengecualiannya itu kan karena situasi. Tapi kita tidak menaikkan semata-mata untuk keperluan proteksi tapi untuk sifatnya sementara," tuturnya.
Anggito mengatakan kebijakan ini bertujuan untuk mengikuti jadwal harmonisasi tarif bea masuk di tingkat regional dalam 5 tahun ke depan.
"Pokoknya kita akan mengikuti jadwal kan sudah diumumkan harmonisasi itu sudah lima tahun dan dari jumlah 8.000 tarif hanya beberapa saja yang diberikan pengecualian. Tapi secara umum kita tetap mengikuti jadwal supaya itu menjadi acuan dan biaya masuk antar negara atau regional di bawah itu, kalau terlalu tinggi selisihnya akan menimbulkan distorsi," paparnya.
Sementara mengenai pertimbangan produk-produk tertentu seperti paku dan kawat yang tarif BM-nya dinaikkan dan kamera yang BM-nya diturunkan, Anggito mengatakan hal itu diterapkan bertujuan untuk perlindungan sementara agar produk domestik bisa tumbuh.
"Ada juga beberapa pertimbangan seperti kamera itu mungkin Jepang kan sudah punya agreement dengan kita yang paling besar kemudian ada ASEAN dan China," katanya.
Penurunan tarif pada produk tertentu seperti kamera dikatakan Anggito karena kalau tarif BM-nya tinggi akan menimbulkan disharmonisasi.
"Dan ada kebutuhan barang-barang tersebut karena itu barang kebutuhan pokok masyarakat supaya harganya murah di dalam negeri, jadi ada perhitungannya untuk masing-masing produk," pungkasnya.
(dnl/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
