detikfinance

Lapor SPT Pajak Bebas di KPP Lain

Wahyu Daniel - detikfinance
Rabu, 25/02/2009 08:30 WIB
(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Untuk merangsang wajib pajak menyerahkan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) pajak tepat waktu dan benar, Direktorat Jenderal Pajak akan meluaskan akses tempat penyerahan SPT.

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pajak Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/2/2009) malam.

"Selama ini orang memasukkan SPT lewat kantor pos maupun KPP (Kantor Pelayanan Pajak) dimana dia terdaftar, mulai tahun ini, bisa di KPP manapun," tuturnya.

Selain itu, Darmin mengatakan, pihaknya juga berencana untuk menyiapkan kotak khusus (drop box) yang akan diletakkan supermarket, mal, kecamatan dan kelurahan dimana wajib pajak bisa mengumpulkan SPT-nya disitu.

"Saya lupa aturannya sudah dikeluarkan atau belum, Maret sudah bisa jalan, bahkan sebelum akhir Maret. Jadi ini untuk mengurangi penumpukan SPT di akhir-akhir (tiap 31 Maret)," ujarnya.

Sebelumnya, saat wajib pajak mengumpulkan SPT, biasanya petugas pajak langsung  memeriksa SPT tersebut. Tapi dengan adanya aturan baru ini, wajib pajak tinggal meletakkan SPT-nya di kotak khusus tanpa perlu diteliti terlebih dahulu oleh petugas pajak.

"Sehingga tidak akan makan waktu lama lagi, jadi sangat simpel dan mudah, tempatnya pun terjangkau kita siapkan di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Memang dalam UU PPh yang baru, batas akhir penyerahan SPT dipisahkan antara wajib pajak orang pribadi dengan wajib pajak badan (perusahaan).

"Untuk SPT orang pribadi, batas akhir Maret, sementara untuk perusahaan, batas akhirnya April. Ini untuk mencegah penumpukan," papar Darmin.



(dnl/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.