Baru 46% Area Hutan untuk Pertambangan yang Direklamasi
Rabu, 25/02/2009 14:50 WIB
Foto: Ugik/detikcom
Jakarta - Terbitnya PP No 76 Tahun 2008 tentang kegiatan rehabilitasi dan reklamasi hutan, beberapa waktu yang lalu ternyata belum diterapkan semua oleh perusahaan pertambangan.
Reklamasi hutan merupakan upaya rehabilitasi hutan bekas tambang dan lahan yang bertujuan untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan yang rusak agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukannya. Pemerintah, melalui PP tersebut pada dasarnya mengharapkan perusahaan pertambangan dapat meningkatkan kinerja reklamasi hutan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal RLPS, Indriastuti dalam Workshop Pedoman Keberhasilan Reklamasi Hutan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, (25/2/2009).
"Dari laporan pelaksanaan reklamasi hutan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Rehabilitasi Lahan Dan Perhutanan Sosial (RLPS), telah dilakukan monitoring kepada 24 perusahaan pertambangan dari 52 perusahaan yang mendapat izin pinjam pakai. Lahan yang dibuka untuk kegiatan pertambangan adalah seluas 51.613 hektar, namun yang baru direklamasi seluas 23.831 hektar atau sekitar 46 persen," ujarnya.
Ia mengatakan, sisanya masih berupa tambang aktif dan sarana prasarana penunjang lainnya. Dari yang telah direklamasi tersebut, lanjut Soetino, sebagian besar ditanam dengan jenis pioner dan cepat tumbuh.
"Sesuai dengan himbauan dari Menteri Kehutanan, reklamasi hutan ini hendaknya ditingkatkan kualitasnya dan tidak hanya sekedar hijau, namun dapat ditanam dengan jenis-jenis lokal berdaur panjang untuk mendukung biodiversity atau keanekaragaman hayati," jelasnya.
Pemerintah meminta para perusahaan pertambangan agar terus mendorong program reklamsi hutan, sesuai dengan deklarasi Green Mining beberapa waktu yang lalu, dan arahan Presiden RI dalam acara Puncak Aksi Penanaman Serentak Di Indonesia, November tahun lalu.
(dru/qom)
Reklamasi hutan merupakan upaya rehabilitasi hutan bekas tambang dan lahan yang bertujuan untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan yang rusak agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukannya. Pemerintah, melalui PP tersebut pada dasarnya mengharapkan perusahaan pertambangan dapat meningkatkan kinerja reklamasi hutan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal RLPS, Indriastuti dalam Workshop Pedoman Keberhasilan Reklamasi Hutan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, (25/2/2009).
"Dari laporan pelaksanaan reklamasi hutan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Rehabilitasi Lahan Dan Perhutanan Sosial (RLPS), telah dilakukan monitoring kepada 24 perusahaan pertambangan dari 52 perusahaan yang mendapat izin pinjam pakai. Lahan yang dibuka untuk kegiatan pertambangan adalah seluas 51.613 hektar, namun yang baru direklamasi seluas 23.831 hektar atau sekitar 46 persen," ujarnya.
Ia mengatakan, sisanya masih berupa tambang aktif dan sarana prasarana penunjang lainnya. Dari yang telah direklamasi tersebut, lanjut Soetino, sebagian besar ditanam dengan jenis pioner dan cepat tumbuh.
"Sesuai dengan himbauan dari Menteri Kehutanan, reklamasi hutan ini hendaknya ditingkatkan kualitasnya dan tidak hanya sekedar hijau, namun dapat ditanam dengan jenis-jenis lokal berdaur panjang untuk mendukung biodiversity atau keanekaragaman hayati," jelasnya.
Pemerintah meminta para perusahaan pertambangan agar terus mendorong program reklamsi hutan, sesuai dengan deklarasi Green Mining beberapa waktu yang lalu, dan arahan Presiden RI dalam acara Puncak Aksi Penanaman Serentak Di Indonesia, November tahun lalu.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
