Pasar Saham Cenderung Santai
Kamis, 26/02/2009 07:34 WIB
(Foto: Indro-detikFinance)
Jakarta - Perburuan saham-saham secara aktif belum akan terjadi di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor masih santai alias wait and see berharap ada sentimen positif yang kuat di pasar.
Faktor eksternal dan pergerakan bursa regional masih akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis ini (26/2/2009).
Belum terlihat tanda-tanda keramaian di lantai bursa apalagi investor asing sudah jarang yang masuk dan transaksi short selling yang biasanya menggairahkan bursa masih dilarang oleh BEI.
Prospek ekonomi global yang masih redup dan efektifitas stimulus ekonomi yang belum terasa menjadi ganjalan kenaikan IHSG.
Bursa saham Jepang Kamis pagi ini dibuka menguat tipis 9,38 poin (0,13%) menjadi 7.470,60. Ekonomi Jepang yang mengalami penurunan paling tajam di Asia membuat investor memilih hati-hati.
Sementara saham-saham di Wall Street masih berakhir di teritori negatif, karena investor masih mengkhawatirkan nasib perbankan plus angka penjualan rumah yang lebih rendah dari ekspektasi.
Perdagangan di Wall Street diawali dengan penurunan yang tajam dan bergerak dengan sangat bergejolak. Wall Street sedikit membaik setelah ketidakpastian tentang nasib perbankan ditegaskan oleh Menkeu AS yang menyatakan akan mulai melakukan 'Stress Test' pada perbankan.
Pada perdagangan Rabu (25/2/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 80,05 poin (1,09%) ke level 7.270,89. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 8,24 poin (1,07%) ke level 764,90 dan Nasdaq turun 16,40 poin (1,14%) ke level 1.425,43.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (25/2/2009) IHSG menguat terbatas 4,239 poin (0,33%) menjadi 1.300,108.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Penguatan bursa regional belum mampu mendorong indeks lebih lanjut namun hanya naik tipis 4 poin di level support 1.300. Investor masih belum yakin Dow Jones kembali menguat tajam. Wait & see masih cukup dominan terlihat dari nilai transaksi yang tipis. Pergerakan harian masih terbatas dan sempit dikisaran 1.280-1.320 dengan pilihan saham: TLKM, ASII, BMRI, ENRG dan LSIP.
(ir/ir)
Faktor eksternal dan pergerakan bursa regional masih akan mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis ini (26/2/2009).
Belum terlihat tanda-tanda keramaian di lantai bursa apalagi investor asing sudah jarang yang masuk dan transaksi short selling yang biasanya menggairahkan bursa masih dilarang oleh BEI.
Prospek ekonomi global yang masih redup dan efektifitas stimulus ekonomi yang belum terasa menjadi ganjalan kenaikan IHSG.
Bursa saham Jepang Kamis pagi ini dibuka menguat tipis 9,38 poin (0,13%) menjadi 7.470,60. Ekonomi Jepang yang mengalami penurunan paling tajam di Asia membuat investor memilih hati-hati.
Sementara saham-saham di Wall Street masih berakhir di teritori negatif, karena investor masih mengkhawatirkan nasib perbankan plus angka penjualan rumah yang lebih rendah dari ekspektasi.
Perdagangan di Wall Street diawali dengan penurunan yang tajam dan bergerak dengan sangat bergejolak. Wall Street sedikit membaik setelah ketidakpastian tentang nasib perbankan ditegaskan oleh Menkeu AS yang menyatakan akan mulai melakukan 'Stress Test' pada perbankan.
Pada perdagangan Rabu (25/2/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 80,05 poin (1,09%) ke level 7.270,89. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 8,24 poin (1,07%) ke level 764,90 dan Nasdaq turun 16,40 poin (1,14%) ke level 1.425,43.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (25/2/2009) IHSG menguat terbatas 4,239 poin (0,33%) menjadi 1.300,108.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Penguatan bursa regional belum mampu mendorong indeks lebih lanjut namun hanya naik tipis 4 poin di level support 1.300. Investor masih belum yakin Dow Jones kembali menguat tajam. Wait & see masih cukup dominan terlihat dari nilai transaksi yang tipis. Pergerakan harian masih terbatas dan sempit dikisaran 1.280-1.320 dengan pilihan saham: TLKM, ASII, BMRI, ENRG dan LSIP.
(ir/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
