Allianz Bidik Premi Rp 4,4 Triliun di 2009
Rabu, 11/03/2009 14:49 WIB
(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Grup Allianz mengincar pendapatan premi sebesar Rp 4,4 triliun di tahun 2009. Perseroan menargetkan pertumbuhan polis sebesar 21,39% tahun ini.
"Tahun ini Allianz grup menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 4,4 triliun," ujar Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Jens Reich usai paparan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (11/3/2009).
Tahun lalu, grup Allianz membukukan pendapatan premi sebesar Rp 3,672 triliun, naik 7,77% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 3,407 triliun.
Hingga akhir 2008, polis yang dimiliki grup Allianz sebanyak 1.318.041 polis, melonjak 91,92% dari tahun 2007 sebanyak 686.753 polis.
"Jumlah polis memang meningkat drastis, namun pertumbuhan pendapatan premi hanya 7 persenan karena tahun 2008 kami banyak memperoleh polis asuransi mikro," jelas Direktur Aktuaria PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Rianto Djojosugito.
Secara rinci, pendapatan premi perseroan di tahun 2008 terdiri atas pendapatan premi PT Asuransi Allianz Life Indonesia sebesar Rp 2,896 triliun dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia sebesar Rp 776 miliar.
Pendapatan premi Allianz Life tahun 2008 tumbuh 5,96% dari tahun 2007 sebesar Rp 2,733 triliun. Jumlah polis Allianz Life di 2008 sebanyak 1.180.982 polis, naik 103,59% dari tahun 2007 sebanyak 580.066 polis.
Tota klaim Allianz Life di 2008 sebesar Rp 375,3 miliar, turun 14,9% dari klaim tahun 2007 sebesar Rp 419,9 miliar. Penurunan tersebut membuat perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 128,8 miliar, naik 42% dibanding posisi akhir 2007 sebesar Rp 90,7 miliar.
"Tahun ini Allianz Life menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 3,6 triliun atau naik sekitar 24,3% dari posisi akhir 2008," ujar Jens.
Kinerja Allianz Utama secara umum masih tumbuh, meski membukukan penurunan laba sebelum pajak akibat melonjaknya klaim di 2008.
Pendapatan premi Allianz Utama di 2008 sebesar Rp 776 miliar, naik 15,16% dari tahun 2007 sebesar Rp 673,8 miliar. Hingga akhir 2008, polis Allianz Utama sebanyak 137.059 polis, naik 28,46% dibanding tahun 2007 sebanyak 106.687 polis.
Klaim Allianz Utama di 2008 sebesar Rp 240,6 miliar, naik 67,89% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 143,3 miliar. Melonjaknya klaim nasabah memangkas perolehan laba sebelum pajak di 2008 menjadi sebesar Rp 43,8 miliar, turun 34,62% dari posisi tahun 2007 sebesar Rp 67 miliar.
"Tahun ini, Allianz Utama menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 855 miliar, naik 11,61% dibanding tahun 2008 sebesar Rp 776 miliar," ujar Presiden Direktur Allianz Utama, Volker Miss.
Kendati demikian, secara konsolidasi perseroan masih membukukan kinerja positif di 2008. Total pendapatan premi Allianz Life dan Allianz Utama di 2008 sebesar Rp 3,672 triliun, naik 7,77% dari posisi tahun 2007 sebesar Rp 3,407 triliun.
Jumlah polis konsolidasian juga tumbuh 91,92% menjadi 1.318.041 polis di 2008. Tahun 2007 hanya sebanyak 686.753 polis.
Total klaim konsolidasian di 2008 sebesar Rp 660,5 miliar, naik 31,94% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 500,6 miliar.
Laba sebelum pajak konsolidasian di 2008 sebesar Rp 172,6 miliar, naik 9,44% dibanding posisi akhir 2007 sebesar Rp 157,7 miliar.
(dro/ir)
"Tahun ini Allianz grup menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 4,4 triliun," ujar Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Jens Reich usai paparan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (11/3/2009).
Tahun lalu, grup Allianz membukukan pendapatan premi sebesar Rp 3,672 triliun, naik 7,77% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 3,407 triliun.
Hingga akhir 2008, polis yang dimiliki grup Allianz sebanyak 1.318.041 polis, melonjak 91,92% dari tahun 2007 sebanyak 686.753 polis.
"Jumlah polis memang meningkat drastis, namun pertumbuhan pendapatan premi hanya 7 persenan karena tahun 2008 kami banyak memperoleh polis asuransi mikro," jelas Direktur Aktuaria PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Rianto Djojosugito.
Secara rinci, pendapatan premi perseroan di tahun 2008 terdiri atas pendapatan premi PT Asuransi Allianz Life Indonesia sebesar Rp 2,896 triliun dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia sebesar Rp 776 miliar.
Pendapatan premi Allianz Life tahun 2008 tumbuh 5,96% dari tahun 2007 sebesar Rp 2,733 triliun. Jumlah polis Allianz Life di 2008 sebanyak 1.180.982 polis, naik 103,59% dari tahun 2007 sebanyak 580.066 polis.
Tota klaim Allianz Life di 2008 sebesar Rp 375,3 miliar, turun 14,9% dari klaim tahun 2007 sebesar Rp 419,9 miliar. Penurunan tersebut membuat perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 128,8 miliar, naik 42% dibanding posisi akhir 2007 sebesar Rp 90,7 miliar.
"Tahun ini Allianz Life menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 3,6 triliun atau naik sekitar 24,3% dari posisi akhir 2008," ujar Jens.
Kinerja Allianz Utama secara umum masih tumbuh, meski membukukan penurunan laba sebelum pajak akibat melonjaknya klaim di 2008.
Pendapatan premi Allianz Utama di 2008 sebesar Rp 776 miliar, naik 15,16% dari tahun 2007 sebesar Rp 673,8 miliar. Hingga akhir 2008, polis Allianz Utama sebanyak 137.059 polis, naik 28,46% dibanding tahun 2007 sebanyak 106.687 polis.
Klaim Allianz Utama di 2008 sebesar Rp 240,6 miliar, naik 67,89% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 143,3 miliar. Melonjaknya klaim nasabah memangkas perolehan laba sebelum pajak di 2008 menjadi sebesar Rp 43,8 miliar, turun 34,62% dari posisi tahun 2007 sebesar Rp 67 miliar.
"Tahun ini, Allianz Utama menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 855 miliar, naik 11,61% dibanding tahun 2008 sebesar Rp 776 miliar," ujar Presiden Direktur Allianz Utama, Volker Miss.
Kendati demikian, secara konsolidasi perseroan masih membukukan kinerja positif di 2008. Total pendapatan premi Allianz Life dan Allianz Utama di 2008 sebesar Rp 3,672 triliun, naik 7,77% dari posisi tahun 2007 sebesar Rp 3,407 triliun.
Jumlah polis konsolidasian juga tumbuh 91,92% menjadi 1.318.041 polis di 2008. Tahun 2007 hanya sebanyak 686.753 polis.
Total klaim konsolidasian di 2008 sebesar Rp 660,5 miliar, naik 31,94% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 500,6 miliar.
Laba sebelum pajak konsolidasian di 2008 sebesar Rp 172,6 miliar, naik 9,44% dibanding posisi akhir 2007 sebesar Rp 157,7 miliar.
(dro/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
