Kepergok Merokok, Fahmi Idris Disabet Rotan Ayah
Kamis, 12/03/2009 17:19 WIB
Foto: Dok detikcom
Jakarta - Menteri Perindustrian Fahmi Idris punya kenangan buruk soal merokok. Ia pernah diam-diam mencoba menghisap rokok. Hasilnya? Fahmi Idris pun mendapat sabetan rotan dari ayah.
Kenangan itu disampaikan Fahmi Idris saat berbincang-bincang di kantornya, Jakarta, Kamis (12/3/2009). Fahmi pun berkisah ketika usianya 8 tahun, ia pernah secara tidak sengaja menghisap rokok milik kawannya yang berusia lebih tua.
"Kalau dulu saya dirotan karena ketahuan merokok. Awalnya saya disuruh pegang sepeda saat teman memperbaiki sepeda, lalu saya disuruh pegang rokok, lalu saya coba rokoknya. Yang nama anak kecil, saya isap, waktu saya hembus kakak saya yang perempuan lewat," katanya.
Setelah itu, kakaknya langsung melaporkan hal itu kepadanya ayahnya, walhasil ia harus disidang dan kena sabetan rotan.
"Berapa batang yang kamu hisap," ujar Fahmi menirukan ucapan ayahnya.
"Bang Ramlan yang menyuruh, saya juga nggak tahu kenapa saya hisap, memang anak dilarang merok," ucap Fahmi.
Menteri yang bukan perokok ini mengaku mendukung larangan merokok bagi anak-anak maupun ibu hamil untuk merokok. Namun ia tidak setuju kepada orang-orang yang mempersoalkan keberadaan industri rokok.
"Tahun 2008 pendapatan dari cukai rokok mendekati Rp 54 triliun, sedangkan royalti terbesar dari Freeport tidak besar dari Rp 17 triliun, tapi tidak ada yang mempersoalkan. Lokasi Freeport di Papua kalau diisi air bisa melebih Danau Toba," ujarnya.
Bahkan dengan tegas, Fahmi mengatakan menjadi salah satu orang yang tidak menandatangani kesepakatan internasional bidang pencegahan bahaya pengunaan rokok.
"Yang teken itu negara yang bukan produsen rokok, kalau memang rokok berbahaya lakukan seperti saya tidak merokok," pungkasnya.
Sehingga kata dia merokok atau tidak merokok, secara prinsip adalah hak manusia, sehingga masyarakat harus melihatnya secara seimbang. Maklum berdasarkan hasil studi, ada kurang lebih 12 juta orang yang terlibat langsung dan tidak langsung di industri rokok di dalam negeri.
(hen/qom)
Kenangan itu disampaikan Fahmi Idris saat berbincang-bincang di kantornya, Jakarta, Kamis (12/3/2009). Fahmi pun berkisah ketika usianya 8 tahun, ia pernah secara tidak sengaja menghisap rokok milik kawannya yang berusia lebih tua.
"Kalau dulu saya dirotan karena ketahuan merokok. Awalnya saya disuruh pegang sepeda saat teman memperbaiki sepeda, lalu saya disuruh pegang rokok, lalu saya coba rokoknya. Yang nama anak kecil, saya isap, waktu saya hembus kakak saya yang perempuan lewat," katanya.
Setelah itu, kakaknya langsung melaporkan hal itu kepadanya ayahnya, walhasil ia harus disidang dan kena sabetan rotan.
"Berapa batang yang kamu hisap," ujar Fahmi menirukan ucapan ayahnya.
"Bang Ramlan yang menyuruh, saya juga nggak tahu kenapa saya hisap, memang anak dilarang merok," ucap Fahmi.
Menteri yang bukan perokok ini mengaku mendukung larangan merokok bagi anak-anak maupun ibu hamil untuk merokok. Namun ia tidak setuju kepada orang-orang yang mempersoalkan keberadaan industri rokok.
"Tahun 2008 pendapatan dari cukai rokok mendekati Rp 54 triliun, sedangkan royalti terbesar dari Freeport tidak besar dari Rp 17 triliun, tapi tidak ada yang mempersoalkan. Lokasi Freeport di Papua kalau diisi air bisa melebih Danau Toba," ujarnya.
Bahkan dengan tegas, Fahmi mengatakan menjadi salah satu orang yang tidak menandatangani kesepakatan internasional bidang pencegahan bahaya pengunaan rokok.
"Yang teken itu negara yang bukan produsen rokok, kalau memang rokok berbahaya lakukan seperti saya tidak merokok," pungkasnya.
Sehingga kata dia merokok atau tidak merokok, secara prinsip adalah hak manusia, sehingga masyarakat harus melihatnya secara seimbang. Maklum berdasarkan hasil studi, ada kurang lebih 12 juta orang yang terlibat langsung dan tidak langsung di industri rokok di dalam negeri.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
