Berita Lain
-
Senin, 21/05/2012 09:52 WIB
Dari Sampah Kerang Bisa Kantongi Rp 200 Juta/Bulan -
Senin, 14/05/2012 12:59 WIB
Bisnis Lampu Beromzet Jutaan Rupiah Ini Berawal dari Hobi -
Selasa, 01/05/2012 13:35 WIB
Bisnis Mainan Kayu Tradisional Ini Beromzet Puluhan Juta -
Senin, 23/04/2012 11:27 WIB
Peluang Bisnis Miniatur Unik dari Barang Bekas Ala Gandring -
Senin, 09/04/2012 11:39 WIB
Peluang Bisnis Unik, Es Krim Citarasa Tempe -
Kamis, 29/03/2012 14:25 WIB
Pemilik Burger Hitam Ini Jadi Pebisnis Berawal dari Kecelakaan
Indeks Berita
Rumor Saham
Private Placement , AISA Menuju Rp 800?
Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dikabarkan akan dikerek ke level Rp 800 dalam waktu dekat. Beredar kabar, perseroan akan genjot modal....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,796.000
-
Rp 469.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Rabu, 23/05/2012 14:32 WIB
Wah! Bos Judi Dunia Bakal Gelar Hajatan Besar di Macau
Posted by: majikan_nakal
Kamis, 19/03/2009 10:04 WIB
Mengelola Toko Makanan Olahan Laut
Suhendra - detikFinance
(Foto: Suhendra-detikFinance)
Hal ini rupanya yang menjadi inspirasi Debby, pemilik toko Pangestu. Ia mengaku memulai usaha membuka gerai toko makanan olahan produk laut secara tak sengaja. Bertempat di kawasan Pasar Baru Cirebon, saat ini ia telah memiliki 4 gerai toko sejenis.
Berawal dari kegemaran suami yang hobi memasak, pada tahun 1992 lalu ia diberi tantangan oleh seorang rekanan yang berprofesi sebagai eksportir produk laut. Ia mengaku sering mendapat produk sisa ekspor dari rekannya, sehingga ia memulai memutar otak untuk memanfaatkan produk sisa ekspor tersebut.
"Waktu itu saya coba untuk mengolah produk-produk laut seperti ikan, cumi buat jenis makanan olahan, dan responsnya bagus. Saya teruskan sampai sekarang," kata Debby saat ditemui di tokonya, Cirebon, Minggu (15/3/2009).
Hingga kini setidaknya ia telah menjual hingga ratusan jenis produk kemasan hasil laut dari produk kering sampai basah misalnya jenis kerupuk dengan berbagai rasa ikan laut, baso, pempek, ikan teri kering, nuget, dendeng cumi-udang dan lain-lain.
"Pembelinya, mulai dari kota Cirebon sampai luar kota, yang menarik kalau produk saya jual itu bukan buat cemilan saja tapi justru buat makan, jadi lebih bisa buat menghemat," jelasnya.
Meskipun ia telah mampu membuat olahan sendiri, saat ini ia sudah menerima banyak kemitraan dengan menerima dan menjual produk-produk dari perajinan makanan olahan skala kecil di sekitar kawasan Cirebon.
"Dari seluruh produk yang saya jual hanya 20% yang saya produksi sendiri, selebihnya disuplai dari binaan saya," katanya.
Ia mengatakan saat ini peminat produk hasil laut cukup tinggi termasuk untuk hidangan jajanan cemilan ataupun produk makanan berat. Meskipun telah terbilang sukses dengan mengantongi omset puluhan juta per bulannya, ia masih enggan untuk mewaralabakan model tokonya.
"Kita maunya di-franchise, tapi saya akui manajemennya masih kurang," jelasnya.
Berbicara manajemen, berbisnis makanan olahan laut tidaklah susah apalagi soal pasokan bahan baku. Debby mengaku tidak kesulitan memperolehnya bahkan berlebih.
"Bahan baku, tidak ada masalah, kita simpan di lemari es. Kita juga banyak yang pasok," katanya.
Produk makanan olahan lautnya, diakuinya tidak hanya jago di kandang dalam negeri. Dalam beberapa pameran produk makanan di luar negeri seperti Malaysia, Brunai, Singapura. Produk-produknya ludes terjual karena banyak diminati.
"Sayangnya kita masih memerlukan packaging yang belum bagus. Kemasan kita masih pakai tangan, kalau di Thailand kita masih kalah mereka sudah pakai mesin," jelasnya.
Meskipun begitu, ia tetap yakin bisnis makanan olahan lautnya tetap cemerlang, maklum untuk meladeni pasar dalam negeri saja ia masih kewalahan. Melalui bantuan 20 orang pekerjanya, ia mampu mengumpulkan keutungan lembaran rupiah dari gerainya.
"Soal margin, saya ambil marginnya hanya 20%," imbuhnya.
Alamat Toko Pangestu
Kawasan Pasar Baru Cirebon
(hen/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok -
Rabu, 23/05/2012 09:54 WIB
Bos Judi Berkumpul dalam Hajatan Tiga Hari di Macau -
Rabu, 23/05/2012 15:04 WIB
Gandeng MGM Las Vegas, Tomy Winata Ajak Gories Mere Cs -
Rabu, 23/05/2012 10:38 WIB
Ini Kawasan Jabodetabek yang Terangkat Proyek Tol JORR 2 -
Rabu, 23/05/2012 07:29 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Hatta: Penyatuan Zona Waktu, PNS Bakal Kerja Jam 07.00
Komentar Terpopuler
-
Rabu, 23/05/2012 - 16:53
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Rabu, 23/05/2012 - 23:04
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Rabu, 23/05/2012 - 20:25
Hatta: Penyatuan Zona Waktu, PNS Bakal Kerja Jam 07.00 -
Selasa, 22/05/2012 - 06:20
Harga Semen di Perbatasan Kaltim-Malaysia Tembus Rp 1 Juta/Sak
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message
.gif)



