detikfinance

IFFINA 2009 Raup Transaksi US$ 170 Juta

Herdaru Purnomo - detikfinance
Jumat, 20/03/2009 06:56 WIB
Foto: Herdaru/detikcom
Jakarta - Pameran akbar Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2009 menghasilkan transaksi
senilai US$ 170 Juta. Nilai transaksi itu diperkirakan bertambah mengingat para buyer terus menuju sentra-sentra industri mebel, pasca berlangsungnya IFFINA.

Nilai transaksi itu diraup dari pameran yang berlangsung dari 11-15 Maret. Sedikitnya 2000 pembeli (buyers) dari 94 negara, diantaranya Amerika Serikat, Spanyol, Belanda, Australia, Italia, Timur Tengah dan Polandia.

Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO), Ambar Tjahyono mengatakan, ini merupakan hasil transaksi dari usaha bersama 311 peserta pameran, yang didukung oleh ribuan perusahaan subkontraktor, ASMINDO dan asosiasi-asosiasi lainnya.

"Nilai transaksi akan terus bertambah mengingat pasca pameran para buyer akan langsung menuju ke daerah-daerah tempat industri mebel berpusat," ujar Ambar Dalam siaran pers yang diterima detikFinance Kamis (19/3/2009).

Ambar menjelaskan,  mengunjungi pameran yang diselenggarakan ASMINDO bekerjasama dengan Dyandra Promosindo. Pameran ini merupakan pameran mebel dan kerajinan terbesar di Indonesia.

"Tahun ini transaksi terbanyak dilakukan pembeli dari Amerika Serikat, Spanyol, Belanda , Australia, dan Timur Tengah. Pasar internasional kini cenderung memilih produk yang ramah lingkungan. Dan hingga saat ini Amerika Serikat masih merupakan pasar terbesar bagi produk mebel dan kerajinan Indonesia," jelasnya.

Ambar mengharapkan usai IFFINA 2009, satu hingga dua minggu kedepan akan banyak buyer yang melakukan factory visit dan terjadi order-order nyata kepada perusahaan-perusahaan furniture dan kerajinan Indonesia di berbagai daerah.

Pesan positif juga disampaikan oleh Menteri Perindustrian, Fahmi Idris yang mengunjungi IFFINA pada hari terakhir pameran Minggu (15/3/2009). Kehadiran Fahmi merupakan representasi dukungan pemerintah terhadap IFFINA 2009.

"IFFINA kedua yang diselenggarakan ASMINDO dan didukung oleh asosiasi-asosiasi lainnya tahun ini jauh lebih berkembang dibandingkan tahun lalu. Keragaman hasil furniture, kerajinan rotan, desain produk baru, dan teknologinya sudah menunjukkan kemajuan yang berarti," kata Fahmi.

"Jika kondisi ekonomi tahun depan menjadi lebih baik maka peserta akan lebih banyak, dan saya berharap lebih banyak lagi industri kecil yang turut serta," pungkas Fahmi.





(dru/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.