Boediono: Rupiah Bisa Menguat dari Level Sekarang
Jumat, 20/03/2009 13:48 WIB
(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Rupiah berpotensi bisa lebih menguat lagi dari posisi sekarang. Bank Indonesia optimistis terhadap penguatan rupiah karena pasokan dolar AS mulai melimpah lagi di pasar global.
"Saya kira kemungkinan bisa lebih menguat dari angka sekarang," kata Gubernur BI Boediono usai salat Jumat di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
Boediono mengatakan melemahnya dolar terhadap mata uang lain telah memperkuat rupiah. Apalagi sentimen secara umum bergerak cukup stabil di tingkat global sehingga mempengaruhi rupiah.
"Kemudian itu juga disebabkan keputusan the Fed kemarin. Itu upaya the Fed untuk menggerakkan ekonomi dengan menggunakan instrumen yang belum pernah dilakukan sebelumnya," katanya.
The Fed memang berencana membeli surat utang pemerintah AS dengan nilai lebih dari US$ 1 triliun yang tujuannya ikut membantu ekonomi AS yang sedang kesulitan likuiditas.
Melihat situasi jangka menengah saat ini, menurut Boediono, dolar AS tentunya bisa melemah terhadap mata uang lain.
"Tapi enggak tahu kapan tapi pasti arahnya ke sana. Karena memang suplai dari dolar dengan adanya kebijakan yang dilakukan akhir-akhir ini memang cukup melimpah tapi belum mengalir saja, nanti pasti suatu saat ini akan mengalir kembali ke dalam peredaran itu," tutur Boediono.
Ditanya level berapa rupiah akan menguat, Boediono menjawab, "Saya tidak menyebut angkanya kita ikuti saja".
Pada perdagangan valas pukul 13.30 WIB, Jumat (20/3/2009) rupiah ada di level 11.800 per dolar AS.
(dru/ir)
"Saya kira kemungkinan bisa lebih menguat dari angka sekarang," kata Gubernur BI Boediono usai salat Jumat di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
Boediono mengatakan melemahnya dolar terhadap mata uang lain telah memperkuat rupiah. Apalagi sentimen secara umum bergerak cukup stabil di tingkat global sehingga mempengaruhi rupiah.
"Kemudian itu juga disebabkan keputusan the Fed kemarin. Itu upaya the Fed untuk menggerakkan ekonomi dengan menggunakan instrumen yang belum pernah dilakukan sebelumnya," katanya.
The Fed memang berencana membeli surat utang pemerintah AS dengan nilai lebih dari US$ 1 triliun yang tujuannya ikut membantu ekonomi AS yang sedang kesulitan likuiditas.
Melihat situasi jangka menengah saat ini, menurut Boediono, dolar AS tentunya bisa melemah terhadap mata uang lain.
"Tapi enggak tahu kapan tapi pasti arahnya ke sana. Karena memang suplai dari dolar dengan adanya kebijakan yang dilakukan akhir-akhir ini memang cukup melimpah tapi belum mengalir saja, nanti pasti suatu saat ini akan mengalir kembali ke dalam peredaran itu," tutur Boediono.
Ditanya level berapa rupiah akan menguat, Boediono menjawab, "Saya tidak menyebut angkanya kita ikuti saja".
Pada perdagangan valas pukul 13.30 WIB, Jumat (20/3/2009) rupiah ada di level 11.800 per dolar AS.
(dru/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
